Kedua kaki Valaria kembali melangkah menyusuri ruangan tengah yang disulap sedemikian rupa. Valaria menuju tangga. Di setiap anak tangga terdapat dua lilin di sisi kanan dan kirinya. Sedang permukaan tangganya terlihat seperti diselimuti oleh petals bunga mawar. Lalu di pagar tangga terdapat hiasan bunga yang melingkar hingga ujung tangga tersebut. Dalam sekejap apartemennya sudah seperti kebun bunga saja. Valaria tersenyum tipis dengan airmata yang sudah menggenangi pelupuk matanya. Dia pun menarik napasnya dalam-dalam untuk mencegah airmata itu merembes keluar. Valaria tidak ingin menangis tanpa tahu siapa sebenarnya yang melakukan semua ini. Valaria mulai menaiki anak tangga. Membiarkan kedua kakinya menginjak karpet bunga hingga sampai di ujung tangga. Valaria mengedarkan pandangan

