Wanita itu termenung di depan dinding kaca. Matanya menatap jauh ke arah gedung-gedung pencakar langit. Meski suasana luar tidak begitu jelas akibat hujan lebat yang mengguyur kota. Sesekali pandangannya menangkap kilatan cahaya diiringi suara gemuruh petir. Kedua tangannya terlipat di bawah daada. Kepalanya menoleh ke belakang, sekilas menatap kedua temannya yang sudah tertidur di atas sofa. Valaria menghela napas pelan dan memilih untuk tidak semakin larut dalam pikiran tentang sesosok pria bernama Seth. Valaria berbalik arah, kini membelakangi dinding kaca yang sejenak menjadi perhatiannya. Dia berjalan mendekat ke arah Marcella dan Elisa. Kedua temannya tertidur lebih dulu akibat lebih banyak minum. "Marcel, Elisa," panggil Valaria seraya menggoyang-goyangkan lengan mereka. "Hm

