Theodore menghembuskan napasnya kasar, ia bahkan menendang pot besar hingga pot itu terguling jatuh hingga pecah ke tanah. Pria itu sangat kecewa dengan Alaizya, rasa sakitnya sama sekali belum reda pada wanita itu, ia memang mencintai Alaizya tapi rasa sakitnya lebih dominan ia selalu teringat dengan perkataan menyakitkan yang dilontarkan wanita itu padanya. Theodore terduduk dengan memandang danau buatan di sisi gedung hingga langkah kaki terdengar dari belakang tubuhnya. "Jangan ganggu, aku butuh sendiri," ucap Theodore dengan penuh perintah tanpa mau diganggu gugat. "Kau tersakiti sama sepertiku, Tuan." Mendengar suara wanita yang tak ia kenali, akhirnya Theodore membalikkan tubuhnya dan menatap seorang wanita dengan perut yang besar yang bisa ia tebak tengah hamil besar menatapnya d

