TPM-FORTY EIGHT

1790 Kata

Kini, semua keluarga telah sampai di depan gedung mewah milik Arthur, gedung sudah dihias sedemikian rupa dengan sangat cepat atas perintah Arthur, pria yang sudah cukup umur itu hanya ingin pernikahan cucunya diketahui semua orang. "Grandpa yang menyiapkannya?" tanya Alaizya diangguki oleh Arthur. Arthur menyentuh pelan lengan Alaizya, ia mengusap sisi wajah Alaizya. "Grandpa ingin yang terbaik untukmu Ala." Alaizya langsung memeluk sang Grandpa, yang entah kenapa selalu berhasil membuat hatinya berdesir hangat. Pesta langsung di mulai, sedangkan di sudut gedung Axalion sibuk menghubungi seseorang, siapa lagi jika bukan Daddy-nya yang terlambat datang dengan alasan sibuk. "Oh come on, Dad. Kau harus datang cepat. Pestanya sudah mulai." "Ya aku tau son, tapi kau juga tau bagaimana jik

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN