"Kamu bahagia menikah denganku, Charlotte?" ucap Davide sambil memeluk istrinya.
Kala itu mereka sedang berbulan madu di Maldives. Sepasang suami istri itu melewati hari yang indah dengan layanan bulan madu mewah di Reethi Beach.
"Aku bahagia menikah denganmu, Davide," jawab Charlote. "Seorang Davide Knight, pangeran tampan dari Logan Company, kenapa kamu memilihku?"
"Hahaha, Charlote. Kamu seorang wanita berkelas yang cantik dan menggemaskan, bagaimana aku bisa memalingkan hatiku darimu?" ucap Davide sambil mencium Charlote.
"Apa kau percaya padaku?"
Davide menatap wajah Charlote yang mungil dan polos. Diangkatnya dagu wanita itu. "Mana mungkin aku tak percaya. Kau perempuan berkelas yang pantas menjadi pendampingku. Kelak kau akan melahirkan para pewaris Logan Company, dan mereka pantas lahir dari ibu seperti kamu."
"Terimakasih atas kepercayaanmu, Davide."
Sepasang suami istri itu berciuman mesra di pinggir pantai. Keindahan sunset yang muncul dari langit melambangkan keindahan hati Davide kala itu yang begitu bahagia menikah dengan wanita yang dicintainya.
***
Hari-hari berlalu, bulan madu yang indah itu telah usai. Davide mulai sibuk menekuni pekerjaannya. Charlote, Sang Nyonya Baru dalam bagian Logan Company telah mendapatkan beberapa saham dari perusahaan, tapi sebagai wanita sosialita ia tak wajib ikut sibuk di perusahaannya. Ia tetap bebas melakukan apa yang dia inginkan. Seperti berdandan, berbelanja, dan bersenang-senang dengan teman-temannya.
Akhir-akhir ini dia lebih suka melihat-lihat kebun anggur milik keluarga Logan di Marlborough. Dia beralasan ingin ikut serta mengembangkan bisnis wisata dari kebun itu. Tapi hal yang tak terduga terjadi.
Di sebuah villa milik keluarga Logan, sepasang kekasih sedang bermesraan. Charlotte tertawa dan memekik ringan karena cumbuan Alan.
"Anda senang Nyonya Davide? Apa saya memuaskan anda? Sungguh tak disangka, seorang Nyonya Davide mau bermain dengan saya," ucap Alan.
"Jangan panggil aku Nyonya Davide, dan hentikan cara bicaramu yang formal itu, Bicth!" jawab Charlote.
"Oke, Charlote. Aku mencintaimu, pasti aku tidak akan mau menyia-nyiakan kesempatan indah ini," ucap Alan sambil terus mencumbui tubuh Charlote.
Ini gila! Seorang Charlote, wanita berkelas yang sudah menyandang gelar sebagai Nyonya Davide Knight, mau berselingkuh dengan Alan seorang pekerja di kebun anggur. Alan memang bukan buruh. Ia ketua tim dari pengawas para buruh itu, tapi tetap saja ia tak selevel dengan Charlote. Tapi dasar Charlote gila! Ia menganggap itu permainan seru, jadi dia dengan senang melakukannya.
***
"Kau sudah tahu perselingkuhan Nyonya Davide dengan Alan?" seorang pekerja kebun anggur berbisik pada rekan yang lainnya.
"Ya, sudah tahu. Kasihan Tuan Davide, tapi tak seorang pun berani memberitahunya," jawab yang lain.
"Harus ada bukti kalau memberi tahu Tuan Davide tentang itu, kalau tidak malah bisa-bisa kita yang disalahkan."
"Benar sekali, Nyonya Charlote itu sepertinya licik sekali."
"Ada yang bilang dulu dia sering pergi ke club malam."
"Ah, sudah bukan rahasia. Yang paling menyedihkan dia tidak meninggalkan kebiasaan itu meskipun sudah menikah dengan Tuan Davide"
"Mempermalukan keluarga Logan!"
"Yah, benar. Sayangnya Mister Davide dan keluarga Logan yang lain sangat percaya padanya."
Tak seorangpun berani mengungkap perselingkuhan Charlote dengan Alan. Hingga akhirnya tiba-tiba pekerja kebun anggur itu dihentikan tidak hormat oleh Davide dengan tuduhan pelecehan s*****l terhadap istrinya.
"Pecat dia, Davide! Dia sudah melecehkanku!" ucap Charlote dengan derai air mata.
"Tunggu Tuan Davide, ada hal yang perlu saya jelaskan," kata Alan pada Davide.
"Apa lagi yang mau kamu katakan pekerja m***m?"
"Ini salah paham, Tuan Davide," kata Alan. Lelaki itu kemudian bicara pada Charlote, "Charlote, katakan yang sebenarnya pada suamimu! Hubungan kita suka sama suka kan?"
"Kurang ajar kamu, Alan!" bentak Davide. "Kamu sudah melecehkan istriku dan menghina keluarga Logan. Masih untung kamu hanya kupecat, seharusnya kamu kulaporkan ke polisi!"
Alan menghela nafas. Ia merasa semua ini tak adil. Perselingkuhannya dengan Charlote terjadi karena keinginan Charlote sendiri. Beberapa minggu kemudian wanita itu telah bosan. Alan terlanjur tergila-gila dengan perempuan itu sehingga ia merayu lagi. Saat itu ada pekerja melihat, Charlote pun menjerit-jerit seolah ia dilecehkan. Hal itulah yang menyebabkan Alan dipecat.
Lelaki itu meninggalkan kebun anggur, tempatnya bekerja selama sepuluh tahun, dengan kecewa. Selama ini hidupnya tergantung pada kebun anggur keluarga Logan, kini ia tak tahu lagi harus mengadu nasib ke mana. Namun apapun itu, dia merasa beruntung Davide tak membawa kasus ini ke ranah hukum. Semua karena keinginan Charlote.
"Jangan bawa masalah ini ke ranah hukum, Davide. Aku malu. Lagipula kalau masalah ini diketahui media nama baik Logan Company bisa turun," begitu ucap Charlote.
Davide menuruti ucapan istrinya. Padahal Charlote mengatakan itu untuk menutupi skandalnya dengan pekerja kebun. Jika polisi tahu, semua yang ia sembunyikan bisa terbongkar.
Tak berapa lama dari itu, Charlote minta izin ke Prancis untuk urusan bisnis.
"Aku punya teman di Bordeaux. Kau tahu Bordeaux tempatnya anggur Prancis yang berkualitas. Aku ingin melihat-lihat, siapa tahu ada ide bisnis baru dari sana," katanya pada Davide.
Dengan alasan itu, ia mudah memperdayai suaminya yang segera mengizinkannya pergi. Davide yang sibuk dengan urusan bisnisnya tak memerhatikan ke mana istrinya itu pergi. Padahal wanita itu pergi dengan kekasihnya yang lain untuk bersenang-senang di Paris.
***
Hari itu Davide baru tiba di kediamannya setelah perjalanan bisnis dari Eropa. Ia pulang lebih awal dari yang direncanakan.
"Maaf, ada yang perlu saya bicarakan Tuan Davide." Frank, salah satu asisten kepercayaan keluarga Logan berbicara.
"Katakan saja, Frank," ucap Davide sambil duduk santai sambil melepas dasinya.
"Terjadi sesuatu pada istri anda di villa yang ada di Marlborough saat ini."
"Apa maksudmu, Frank?"
"Saya tak bisa mengatakan. Lebih baik anda temui langsung saat ini juga. Saya akan menyertai anda."
"Katakan saja terus terang, Frank! Apa yang terjadi?!"
Frank terdiam. "Berbicara mengenai hal ini akan terlalu beresiko untuk saya, Tuan. Lebih baik anda melihatnya sendiri. Saat ini juga."
"Katakan saja, Frank! Jangan berbelit-belit!"
Frank menghela nafas. Dengan hati-hati ia bicara, "Anda harus percaya bahwa istri anda berselingkuh, Tuan Davide. Saat ini, di villa keluarga Logan yang ada di Marlborough. Anda bisa membuktikan kata-kata saya jika anda melihatnya sendiri."
"Kurang ajar! Kita segera kesana, Frank. Siapkan helikopter!"
Dengan helikopter yang dimiliki keluarga Logan, Davide bisa cepat tiba di villa Marlborough. Charlote tak menyangka akan ada penyergapan secepat itu. Saat itu juga, Davide menemukan Charlote sedang bermesraan dengan seorang laki-laki di villa.
"Kurang ajar sekali kamu, Charlote! Sejak kapan kamu punya kebiasaan seperti ini?!" ucap Davide marah.
Bukannya takut, Charlote malah tersenyum sinis. "Memangnya kenapa kalau aku melakukan hal ini? Bukannya kamu juga sering melakukan juga?"
"Kurang ajar kamu, Charlote! Aku tak pernah melakukannya!"
"Hahaha, bohong sekali kamu! Jadi maksudmu, kamu menjaga keperjakaan hingga menikah denganku? Hahaha, tak ada seorang lelaki pun di sini yang menjaga keperjakaannya hingga menikah, Davide. Kecuali kalau dia impoten, hahaha."
Wajah Davide memerah. Ia tak menyangka istrinya yang ia kenal manis dan polos bisa berbicara kasar seperti ini.
"Tak usah mengelak, Davide. Aku tahu siapa saja wanita yang pernah tidur denganmu, aku bahkan tahu kamu melepas keperjakaanmu dulu di Moulin Rouge saat kamu berusia enam belas tahun. Hahaha, lucu sekali kamu, Davide. O iya, aku punya bukti-buktinya. Kau mau itu semua kusebar ke media massa? Rasakan saja, nama baik Logan Company pasti akan segera hancur, hahahaha," ucap Charlote sekali lagi.
Dia turun dari dipan dengan tubuh yang ditutup bed cover. Tangannya membelai wajah Davide.
"Kita membuat kesepakatan saja, bagaimana? Aku menutupi aibmu, kamu menutupi aibku. Bersenang-senang adalah hak siapapun, dan aku senang melakukan ini semua. Berarti kamu tidak boleh mengganggu kalau tidak mau diganggu. Tapi kalau kamu hanya mau mengikuti keinginanmu, aib keluargamu akan kubongkar," kata Charlote licik.
"Kita cerai saja, Charlote."
Charlote tersenyum licik. "Oo, tidak bisa begitu. Setelah kamu menikah denganku banyak kontrak-kontrak kerja sama yang ditandatangani kedua orang tua kita. Semua itu tidak bisa dibatalkan begitu saja. Kecuali kalau mau perusahaan ayahmu merugi. Bagaimana?"
"Kurang ajar sekali kamu, Charlotte!" Davide hampir menampar pipi istrinya, tapi wanita itu mampu menahannya.
Ia bahkan masih tersenyum licik. "Ingat Davide, hukum di negara ini sangat tegas. Apa kau mau kuadukan secara hukum? Rasanya lucu kan kalau seorang pewaris Logan Company masuk penjara karena melakukan k*******n pada istrinya?"
Davide sangat kesal, tapi ia tak mampu berkata-kata.
Charlote pun tersenyum. "Sudahlah Davide, ikuti saja mauku. Izinkan aku bersenang-senang dengan caraku, dan kau akan kubiarkan bersenang-senang dengan caramu. Kau juga boleh bersenang-senang dengan perempuan lain. Hanya saja, kita tak boleh bercerai. Itu saja."
Davide tak bisa berkata-kata. Ia segera pergi dari tempat itu dengan kesal.
***
Beberapa hari setelah itu, Davide baru saja pulang dari urusan bisnis di Hamilton. Ayahnya berkata sesuatu. "Frank sudah kupecat, Davide."
"Apa, Dad? Kenapa kau pecat Frank?" Davide terkejut.
"Istrimu Charlote melaporkan perbuatannya." Tuan Logan memberikan sebuah koran edisi terbaru pada anaknya.
Davide terkejut membaca judul headline news pada koran tersebut. " Frank, asisten kepercayaan keluarga Logan mengungkap skandal pada keluarga itu."
Dalam berita yang dimuat koran tersebut disebutkan semua petualangan cinta Davide sebelum ia menikah. Dia jadi sangat malu.
"Tenang saja. Atas saran Charlote, aku telah menghubungi pemilik media massa itu untuk membuat klarifikasi. Tapi tentu saja Frank si biang kerok telah kupecat lebih dulu," kata Mister Logan.
Davide tak percaya kalau Frank, asisten kepercayaannya, berani melakukan semua itu. Justru ia curiga, Charlote lah yang melakukan semua ini, tapi dibuat seolah Frank pelakunya. Sayang, ia tak memiliki bukti. Hmm, licik sekali perempuan itu. Dia yang berselingkuh dan diketahui Frank, tapi Frank yang dia fitnah hingga dipecat, ia bahkan m******t keluarga Logan yang lain agar percaya kata-katanya. Dasar serigala berbulu domba!
Dalam hati Charlotte tersenyum senang. Tentu ini memang perbuatannya. Ia ingin menyingkirkan Frank, jadi ia bekerja sama dengan reporter media massa untuk menulis kisah memalukan Davide, tapi menggunakan nama Frank sebagai pelapor agar keluarga Logan mengira itu ulah Frank dan memecatnya. Dengan kepergian Frank, dia lebih bebas di sini. Tak akan ada lagi Frank yang memantau perselingkuhannya.
***
Malam itu Davide dan teman-temannya berada di club malam. Davide minum wine hingga mabuk.
"Carikan aku seorang perempuan!" ucap lelaki mabuk itu.
"Hai, kenapa dia? Dia tak seperti biasanya," ucap salah satu teman Davide.
"Biarkan saja seperti itu. Dia telah dewasa, wajar saja kan melakukan ini," jawab yang lain.
Dan malam itu dilewati Davide dengan seorang perempuan malam. Dia sudah abai dengan kesetiaan, pernikahannya dengan Charlotte tak bahagia. Davide melupakan itu semua dengan bermain perempuan seperti yang dilakukan Charlote. Dia frustasi dengan keadaan rumah tangganya yang kacau.
*Bersambung*