*** Ira selalu berhasil mengingatkanku pada masa lalu. Bahkan setelah lima tahun berlalu dia kembali mengingatkanku pada luka yang selalu ku usahakan untuk lupa. Dan hari ini aku kembali bertemu dengannya yang sengaja mencari keberadaanku. Jujur saja aku sangat terganggu, ingin mengusirnya namun tak tega. Andaikan Saga dan Kilea tidak memaksaku tetap di hotel ini maka aku tidak akan bertemu dengan Ira. Entah apa yang dilakukan putriku bersama Papanya itu tapi satu yang pasti, kehadiran Ira akan kembali mengoyak luka. Setelah kami memutuskan untuk keluar dan mencari tempat mengobrol, dia mengungkap semuanya. Dengan air mata yang tak perlu ku ragukan kebohongannya, dia bercerita. Tentang cinta yang bertepuk sebelah tangannya, tentang dia yang sampai hari ini aku hindari, dan.. tentang p

