*** Hidupku sedikit kacau setelah hari di mana aku bertemu lagi dengan Ira. Meskipun liburan tersisa lima hari lagi tapi aku tidak memiliki semangat untuk meneruskannya. Inginku hanya satu yaitu kembali ke Newyork dan memarahi Saga. Kenapa marah? Karena dia yang bertanggung jawab atas semua ini. Iya, aku menyalahkannya. Andai saja Saga tidak mengabulkan permintaan Kilea maka saat ini aku pasti sedang berbahagia di Newyork sana. Omong kosong semua janjinya yang mengatakan bahwa dia akan menjagaku. Buktinya? Aku kembali lagi pada masa di mana perasaanku tak terkendali, membuat aku murung berkepanjangan dan sulit untuk melupakan. Akibat dari keputusan Saga yang aku anggap salah itu, dia harus menerima diamku selepas aku bertemu dengan Ira hari itu. Beberapa kali Saga menanyakan perihal

