Sepulang dari makan siang, Sharen membawa aku pergi ke rumahnya karena di restoran tadi aku memuntahkan semua isi perutku. Semua orang khawatir terutama Saga, dia memaksa agar aku beristirahat di rumahnya saja. Aku berusaha menolak namun dia semakin memaksa. Bahkan dia sendiri yang ingin mengnatarkan aku dan Sharen pulang ke rumah namun aku dan Sharen berusaha untuk meyakinkannya bahwa kami akan baik-baik saja. "Kamu nggak apa-apa, Fan?" tanya Sharen padaku. Aku hanya menggeleng. "Kita ke apotik dulu ya?" dia bertanya lagi. Aku menggeleng lemah dan mengatakan jika aku hanya ingin beristirahat saja. Sharen setuju sehingga kami langsung menuju ke rumahnya. Dalam perjalanan tidak ada satupun diantara kami yang bicara. Aku lebih memilih memejamkan mataku, sedangkan Sharen fokus menyet

