Mendadak

1018 Kata

Selepas Hana meninggalkan ruangan, Rizal termenung. Masih belum mencerna apa yang sebenarnya terjadi. Hana cemburu? Ingin dinikahi? Ngembek? Sekarang pergi tidak ingin merawatnya lagi. Sesuatu yang tidak dia perkirakan, selama ini Hana selalu pengertian. Tadi pagi dia bilang sedang datang bulan, mungkin karena itu emosinya tidak stabil. Rizal memiringkan tubuhnya menarik troli berisi baskom, memerasnya sendiri dengan tangan kiri. Sebisanya dan masih ada air yang menetes, mengelap dadanya tanpa sentuhan Hana lagi. Dari sana Rizal tahu bahwa Hana sangat dibutuhkan. Sekarang perusahaan dalam masa kritis, banyak hal yang harus dia urus bersama Husna. Apalagi Nyonya Elja ternyata sakit. Kalau dia menikah sekarang ditakutkan akan menggangu fokus. Dia ingin memberikan pengertian kepada Hana pe

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN