Setelah mengetahui kondisi Kak Afrizal yang baik-baik saja, hanya tinggal pemulihan, ingin memulangkan Cheril, supaya ia beristirahat dan tidak menggangu di sini, tapi anak itu bersikeras menginap. "Elil mau Ayah." Bocah itu berpegangan pada besi di ranjang Kak Afrizal, semakin lama Cheril susah diatur. Tidak menurut seperti dulu, menjadi lebih berani berekspresi dan menunjukkan keinginan. Itu karena Kak Afrizal sangat memanjakan Cheril. Memang bagus jika Cheril menjadi balita normal yang mungkin sedikit nakal, tidak pendiam dan menekan keinginannya seperti dulu. Tetapi ini menjadi sulit untukku. "Udahlah, nggak papa. Biar Cheril nginep di sini." Kak Afrizal membela Cheril. Ini yang membuat Cheril semakin nakal. Selalu dibela. Aku menyerah, melepas tangan Cheril. Membiarkan anak i

