Setelah menyusun rencana dengan Kahfi selesai, Rizal memutuskan pulang bersama Cheril. Bocah kecil itu tertidur di mobil dengan memeluk bonekanya. Sampai di bandar Lampung pukul sepuluh malam. Lampu kelap-kelip menghiasi sepanjang perjalanan. Kota yang mengajarinya arti dewasa dan mandiri. Mencari nafkah sendiri dan meraih gelar S1. Juga tempatnya bertemu dengan Hana... cinta pertamanya. Mobil berbelok memasuki daerah Kedamaian, rumah yang dia hadiahkan untuk Cheril berada. Berharap bisa pulang ke sini dengan Hana juga. Rizal takut terlalu berandai-andai, kesalahannya di masa lalu begitu besar. Bisa jadi penderitaan Hana dan Cheril di rumah Malik akibat dari kesalahannya. "Selamat malam, Tuan." Penjaga rumah, Bang Manto membukakan gerbang. "Malam." Mobil masuk ke dalam halaman r

