Akhir-akhir ini hujan terus turun, mengguyur kota Bandar Lampung. Rizal pulang tanpa membawa Hana, menemui Cheril yang langsung menyambutnya di depan pintu. Ada pengasuh yang sudah dia sewa, Bi Mita. Warga asli Bandar Lampung berumur separuh baya dan melalui proses seleksi. Total ada tiga pekerja di rumah ini. Satu pria penjaga rumah dan gerbang, satu tukang masak dan beres-beres rumah dan satu lagi khusus untuk merawat Cheril. "Ayah, Ibu ana?" tanya Cheril. Tangan kecil itu membawa boneka yang kemarin meraka beli di mall. Rizal mengelap lengannya yang terkena air hujan, lalu berjongkok. Menyeimbangkan tubuhnya dengan bocah itu. "Ibu belum bisa bareng kita, tunggu sampai lebaran, ya?" Wajah Cheril tampak murung, senyumannya hilang. Padahal sudah berharap bisa berjumpa dengan ibuny

