Tahan

1507 Kata

Cincin melingkar manis di jariku, tanggal pernikahan sudah ditentukan. Masa iddah sudah selesai, gedung pernikahan dan gaun sudah dipesan. Undangan sudah disebar, kami tidak memiliki keluarga, hanya ibu dari Kak Afrizal yang tersisa. Kalau bibi dan pamanku di Lampung tidak aku undang, pasti hanya akan membuat kacau. Aku bilang ke Diandra bisa ke Jakarta bersama keluarga Kahfi. Tidak perlu susah-susah mengeluarkan uang. Dia bisa hadir di pernikahanku saja aku sangat senang. Di telepon, Diandra menangis haru. Setelah semua hal yang aku lalui, akhirnya kebahagiaan datang. Dari dulu dia tahu bagaimana perasaan dan perjuanganku. Sembari menangis sesenggukan dia katakan bahwa sangat bahagia, akan hadir di pernikahanku. Berbeda dengan pernikahanku dulu bersama Mas Malik, kali aku sangat bah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN