Yuno memijit pelipis, ada tiga anak di depannya. Masing-masing membawa tas ransel. 5 menit lalu Hana dan Rizal meninggalkan mereka untuk liburan ke Rusia. Ketiga anak itu menelengkan kepala, menunggu perintah atau setidaknya aba-aba dari Yuno supaya mereka masuk. Dari ketiga anak itu dia hanya hafal Cheril, bocah itu jauh lebih besar dari terakhir dia lihat. Matanya sipit dengan alis tegas mirip ayahnya, wajahnya putih khas orang Lampung. Mirip Hana. Dia mencoba mengingat nama kedua anak Rizal yang lain, di kantor, Rizal sering bercerita tentang ketiga anaknya. "Harzan sudah bisa main sepak bola, anak laki-laki itu emang nyenengin." Dari cerita Rizal dia jadi tahu anak lelaki berusia tiga tahun itu bernama Harzan, selalu dibanggakan Rizal. Katanya dari masih di kandungan saja pinta

