Aku melihat ke arah Cheril dan Ramaniya, mereka tertidur lelap. Sebentar lagi ulang tahun Cheril ke empat. Tantangan mendidik kedua putriku menjadi fokus utama, mereka adalah kertas putih. Tergantung aku akan mencoret tinta warna apa di dalam hidup mereka. Sekarang kami tidak lagi terkekang di keluarga Mas Malik, aku bisa menentukan masa depan kami bertiga. Meskipun sulit menjadi orang tua tunggal, tapi aku akan berusaha sebaik mungkin untuk kedua buat hatiku. Supaya mereka tidak mengalami masa kecil yang sama sepertiku, mereka harus bahagia dan memiliki kebebasan. "Silakan istirahat Nyonya, saya mau ke depan dulu, ngopi." Bang Gufron menyudahi ceritanya, makanan di piring juga sudah habis. "Oh iya, Bang. Makasih." Bang Gufron beranjak, pergi meninggalkan ruangan ini, aku tahu b

