Aku pernah jatuh cinta dengan Kak Afrizal, bisa dibilang perasaanku masih sama meskipun tidak sehebat dulu. Mungkin, karena sudah memiliki dua anak. Urusan cinta tidak lagi menjadi prioritas. Aku tidak lagi peduli apakah perasaanku kepada Kak Afrizal akan dibalas atau tidak. Namun, perasaanku tidak nyaman mengetahui bahwa dia memiliki wanita lain. Apalagi kami terhubung lewat Cheril. Membuatku terus melihat dia bersama Mbak Marsha. "Aku ke sini cuma mau ngambil barang yang ketinggalan waktu nginep kemarin," ucap Mbak Marsha. Wajahnya cantik, rambutnya bergelombang dan pakaiannya sangat elegan. Jika kami bersanding, maka orang akan berpikir bahwa kami majikan dan pembantu. "Oh iya, Mbak Marsha, saya Hana. Silakan masuk, mau aku buatin teh?" "Nggak usah, aku buru-buru mau ke kantor.

