Keputusan Marsha

1138 Kata

Malam itu Rizal tidur sendirian, tak ada Hana ataupun keributan anak-anak. Di kasur king size itu ia merasa sangat kecil. Andai Hana sudah jadi istrinya betapa menyenangkannya tidur sembari memeluk Hana. Sekarang ia merindu padahal baru beberapa jam berpisah, rasanya ingin berlari ke restoran dan tidur bersama. "Tidur, biar besok cepat bertemu Hana dan anak-anak." Rizal mencoba tidur, berguling ke sana sini, pikirannya terus melayang ke Hana yang belum menerima lamarannya. Keesokan harinya ia bangun sangat pagi, mandi dan berniat sarapan di tempat Hana. Sejak ada Hana hari-harinya terasa sangat bahagia. Pukul setengah tujuh ia sampai, mengetuk pintu dan merapikan jas hitam. Ia mengelap tas kantor, berusaha terlihat keren di depan Hana. "Assalamualaikum," sapa Rizal. Sembari m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN