Padahal Rizal sudah menunduk dan pura-pura tidak mengenal Renold. Selama ini sikapnya sama seperti karyawan lain. Tidak menunjukkan kedekatan dengan Yuno, putranya. Tapi Renold tetap mengetahui segalanya. "Ba-baik Pak." Rizal menjawab kalimat Renold terbata-bata. Karyawan lain melihatnya dengan tatapan tidak suka karena diperhatikan presiden direktur. Masa magang memang berat, Rizal yang tidak memiliki koneksi keluarga atau kerabat. Dia hanya anak dari panti asuhan dan bukan lulusan luar negeri. Ditambah masih kuliah S2 di UI. Miskin pula. Semua orang meremehkan dirinya, memandang sebelah mata serta atasan memperlakukan dia seperti kacung. Dia berbeda dengan Marsha, gadis itu begitu dihormati dan seperti anak emas. Rizal merasa rendah diri, tidak berani melawan karena mereka benar ji

