Aku pikir, kebahagiaan itu sudah datang. Penantian panjang tentang kehidupan yang lebih baik. Tidak perlu bingung besok makan apa, bisa memakai pakaian bagus, dan hidup tenang. Apalagi hubungan dengan Kak Afrizal juga sudah baik. Setiap hari kami berbalas pesan. Aku merasa seperti orang yang... dicintai. Masa lalu biarkan berlalu, aku tidak ingin mengungkit atau mengingatnya lagi. Mas Malik sudah mendapatkan hukuman yang pantas. Dari awal menikah aku memang tidak mencintainya sekeras apapun mencoba. "Rumah ini bagus, awal bulan depan kita pindah ke sini." Bibi berkata seakan ini rumah yang mereka beli. Aku tidak tahu dari mana paman dan bibi mendapatkan alamat rumah ini, kabar tentang ayah Cheril yang kaya juga terdengar oleh mereka. Paman memegang guci di pojokan, mungkin memperki

