Pada akhirnya kesediaan si om suami dan menyerahkan urusan masalah sekertarisnya sesuai yang aku mau harus aku bayar dengan membiarkan dia menciumiku dan tangannya kelayapan meraba seluruh bagian tubuhku sampai ke balik gaun yang aku pakai. “Pulang yuk, Yang” ajaknya setelah melepasku. “Loh, kerjaanmu?” tanyaku sambil melirik tumpukan berkas dalam map biru dan merah di meja kerjanya yang tadi dia periksa. “Bawa aja ke hotel, nanti aku kerjakan setelah kamu beri strooman supaya aku menyala lagi” jawabnya sambil memaksaku bangkit dari pangkuannya. Dia bangkit berdiri juga soalnya. “Bisa begitu ya?” protesku. “Bisalah, aku bosnya. Nyonya bos aja bisa melakukan apa pun yang dia mau kok” jawabnya sambil tertawa. Ampun bangetkan?. “Suruh Imas bawa berkas kerjaku, biar tasmu aku yang baw

