Awalnya nih ya, aku tentu senang di ajak kerja oleh si om suami. Kapan lagikan aku bisa tau gimana si om suami kerja sampai punya uang meteran yang di gunting rasanya ada lagi terus. “Yang, kita bakalan kemana mana?. Maksud aku kamu bakalan kerja di mana?” tanyaku padanya. “Di Jakarta, dan gak akan lama. Semoga dalam waktu tiga hari selesai, makanya aku ajak kamu” jawabnya. Aku mengangguk saja. “Kerja di Jakartanya di mana?” tanyaku lagi. “Ya di kantorku Abby, tapi mungkin sesekali di luar kantor juga” jawabnya. Aku mengangguk lagi, tapi saat aku akan tanya lagi, dia harus jawab panggilan di handphonenya. Jadi mana mungkin aku ganggu. Mana di luar jalanan macet sekali. Jadi suntuk dong kalo kemudian si om suami sibuk dengan laptop yang dia pangku di pahanya. Mulai suntuk deh aku. “

