Dihari kedua,Anya masih betah mengurung diri dikamar,dia baru saja membersihkan tubuhnya,meski kepala nya masih terasa pusing,namun dia merasa tidak nyaman karna sejak semalam dia belum mandi. ceklek.... Sandra mendorong pintu kamar Anya,seraya menghela nafas karna melihat Anya yang tidak ada perubahan sejak kemarin "An,makan yuk!"Sandra mengusap punggung Anya,mencoba membujuk gadis itu untuk mengisi energi nya,karna sejak kemarin hanya makan sekali itupun sedikit. "gue nggak lapar!"suaranya lemah,pandangannya masih sama menatap lurus kedepan. "kalau lo nggak makan,nanti nggak sembuh sembuh" "biarin gue nggak sembuh,biar gue mati,ini kan yang di harapkan pria b******k itu,membunuh gue pelan pelan!" "jangan ngomong gitu,nggak ada yang berharap lo mati ,kita semua sayang sama lo" "ta

