Hari yang ditunggu pun tiba,Anya sangat cantik mengenakan gaun yang menjuntai ke lantai,dengan punggung terbuka mengekspos kulit putih lembutnya,rambutnya digelung cantik,sangat sempurna.
begitupun dengan Gaza,pria itu sangat tampan menggunakan tuxedo berwarna putih senada dengan gaun milik Anya.
Gaza menyematkan cincin berlian berwarna silver di jari Anya,tampak sangat cantik dan manis,diiringi tepuk tangan yang meriah dari para tamu undangan yang hadir dsn menyaksikan kebahagiaan itu
bagaimana dengan Marvel?dia turut bahagia atas pilihan Anya,meski hatinya belum siap menerima kenyataan bahwa dia telah broken heart.
"Marvel,"panggil Sandra,mendekat kearah marvel yang sedang memegang gelas berisi minuman sambil menatap altar,Marvel pun menoleh pada asal suara.
"Sandra?kamu cantik banget pakai gaun ini,kayak pengantin"puji Marvel tulus,karna memang Sandra sangat cantik hari ini dan sedikit membuat Marvel terkesima
"kalau aku pengantin,kamu pengantin pria nya dong?"goda Sandra,lalu terkekeh.
"eh.."Marvel menggaruk tengkuknya,kikuk.
"Steve mana?nggak datang?"Sandra celingukan mencari keberadaan calon gebetannya itu,
Marvel tampak gugup saat Sandra menanyakan keberadaan Steve,Steve datang, namun dia menggandeng wanita yang resmi menjadi pacarnya sejak tiga hari lalu.Marvel takut bahwa Sandra akan merasakan hal yang sama seperti dirinya saat ini yaitu patah hati
"dia datang sih,tapi_"ucapan Marvel menggantung di udara membuat Sandra mengernyitkan dahinya.
"tapi apa?"potong Sandra penasaran.
"dia bawa pasangannya kesini"
"jadi,Steve punya pacar?"Marvel mengangguk
"oh,kirain masih jomblo"tukas Sandra santai,
jujur saja,Marvel heran melihat Sandra yang tampak biasa, meski sudah tau kebenarannya bahwa laki laki yang dia sukai sudah punya pacar,berbeda dengan dirinya,kelihatan sekali kalau sedang patah hati karna menginginkan gadis yang justru di nikahi pria lain.
"kamu kenapa lihat aku kayak gitu?"tanya Sandra setelah menyadari bahwa Marvel menatapnya sejak tadi
"eh,itu..."lagi lagi Marvel salah tingkah.
"hayo ngaku kenapa?"
"kamu nggak apa apa kan?"
"maksudnya?"
"soal Steve"
"oh yaampun,nggak usah khawatir,im strong like you"
sambil tersenyum tipis,seraya mengusap bahu Marvel.
"oh..goodgirl"jawab Marvel,mengacak pelan rambut Sandra.
"Kesana yuk!"Sandra meraih jemari Marvel kedalam genggamannya,membuat laki laki itu sedikit salah tingkah.
mereka menuju meja yang menghidangkan aneka makanan manis,salah satunya steam brownis kesukaan Sandra,
dia memindahkan dua potong brownis kedalam piring dessert untuk dinikmati bersama Marvel.
"cobain deh!ini enak banget"Anya menyuapkan potongan Brownis ke mulut Marvel.
"enak kan?"Marvel tersenyum membuat Sandra puas.
"ini makanan kesukaan aku,yah..nggak penting sih untuk kamu tau,tapi aku cuma ngasih informasi,mana tau kamu ada minat belikan aku"
Marvel pun terkekeh ,Sandra dan Anya adalah dua gadis yang dekat dengannya saat ini,mereka berdua special dimata Marvel .Meski mereka memiliki karakter yang berbeda ,namun perbedaan itu mampu membuat mereka terus bersama dan tampak unik.
Anya yang suka berbicara ketus dan jutek,berbeda dengan Sandra yang cara bicaranya halus namun penuh kalimat kalimat menohok.
Marvel beruntung untuk pertama kali dia membuka diri ,dia langsung memiliki dua teman yang berhasil membuatnya nyaman.
.
.
.
"Mukanya kenapa gitu?pengantin baru kok cemberut, pamali loh" tanya Sandra menatap Anya yang wajahnya ditekuk seperti lemak diperut , tidak punya semangat hidup.
Padahal dia baru saja menikah dengan Gaza pria yang dicintainya selama ini ,seharusnya Anya bahagia bukan?tapi kenyataannya muka itu tak jauh dari pakaian lusuh yang belum di setrika,membuat Sandra bergidik ngeri .
"..."
"oh...kecapekan pasti ya,habis adu jotos semalam?"goda Sandra,sambil mencolek hidung mancung Anya.
"apaan sih,orang dianya sibuk sama kerjaan,boro boro"Anya mendengkus kesal mengingat tadi malam di biarkan tidur seorang diri dikamar pengantinnya,padahal dia sudah mempersiapkan semuanya dikamar itu termasuk ranjang yang ditaburi mawar merah.
argh. .menyebalkan.
Sandra tertawa renyah,berarti yang dilihatnya semalam bukan mimpi,siluet laki laki yang hilang dibalik pintu kamar Gaza,itu beneran Gaza rupanya.
"nggak asik banget,baru kali ini ada suami kayak gitu"sambung Anya tampak kesal
"ya..mungkin karna nunggu waktu kali ,An,menunggu kesiapan lo"
"udahan cemberutnya,toh sekarang yang paling penting,cinta masa kecil udah lo miliki selamanya dalam ikatan suci" sambung Sandra menyemangati sahabatnya,
"hahaha...lo bener,ngapain juga gue galau ,toh dia juga terikat ama gue"
Sandra terheran heran dengan perubahan kilat wajah Anya,tadi muka gadis itu suram menampakkan aura mistis, belum menginjak lima belas menit mukanya sudah berubah sumringah.
apa seperti itu,mood perempuan setelah menikah?pikir Sandra .
"hai."Marvel menyusul kedua gadis itu ke kantin,dan duduk disamping Sandra
"eh,ada Anya,Hee..,kirain cuti kuliah"sindir Marvel
"hush...jangan bikin moodnya berubah jelek,baru aja membaik,jangan bikin dia kumat lagi"bisik Sandra yang tidak benar benar berbisik
"eh..gue denger ya tu" Anya memutar bola matanya jengah,sementara Sandra cengar cengir kuda.
****
Sebulan berlalu,namun hubungan nya dengan Gaza masih saja tidak ada kemajuan apapun,membuat Anya gemas kenapa Gaza tidak sama sekali menyentuh ya,berciuman itu saja hanya sekali waktu ngajak nikah setelah itu?
malam pertama indah bagi Anya merupakan fiksi belaka,nyatanya dia masih perawan di usia pernikahannya yang sudah sebulan.
oh..yaampun,apa setelah menikah tubuhnya sudah tidak seksi lagi?sampai Gaza tidak menyentuhnya sama sekali?
Anya menggeleng geleng kepalanya,mengenyahkan pikiran kotor itu,
tidak tidak...jangan sampai berpikir negatif pada suami gumamnya.
"pagi,om" menampilkan senyuman termanisnya,berusaha bersikap manis didepan suami,meski hatinya gedek banget sama Gaza.
"iya ,pagi!sarapannya udah aku siapin,silahkan dimakan!" Gaza masih sibuk membenahi kemejanya.
"om,nggak sarapan?"tanya Anya yang sudah duduk sambil menyesap susunya.
"aku mau langsung ke kantor ,kerjaan lagi banyak!"
"tunggu dulu,om!"Anya menahan tangan Gaza,yang hendak meninggalkan meja makan
"kenapa?"lanjut Anya dengan suara nya yang parau.
"hah?"tanya Gaza tidak mengerti.
"kenapa,setelah menikah hubungan kita hanya seperti ini saja?nggak ada bedanya sama yang dulu dulu,kamu terkesan menghindari aku,bukannya dulu kamu bilang nggak suka aku menghindar?"
"Anya,jangan berpikir yang macem macem,aku hanya sibuk kerja,aku kerja juga buat kita kan?masa depan kita?"bujuk Gaza agar Anya tidak bersedih,
"aku janji besok kita sarapan bareng ya!"Anya pun mengangguk dan membiarkan Gaza pergi tanpa menemaninya sarapan untuk kesekian kalinya, karna kena bujuk rayu pria itu.
sebelum mobil itu melaju membelah jalan,Gaza memandangi rumah Anya yang menjadi tempat tinggalnya sekarang.
"maaf,aku kalau sikapku telah menyakitimu"gumamnya.
sementara Anya menatap nanar nasi goreng yang berada diatas meja nya,menyendok sedikit demi sedikit kedalam mulutnya,meski enak ,nyatanya terasa hambar di lidah gadis itu,
dirinya tersenyum getir,mengingat pernikahan macam apa yang dia jalani,bukannya bahagia namun membuat suasana hatinya semakin buruk.
Anya menghela nafas,kemudian meraih gelas yang ada disebelah nya,meminum cairan itu hingga tandas tak bersisa,
semua terasa berbeda setelah menikah,sebulan sudah dia melewati sarapannya sendiri dimeja makan,jika dulu ada Roni dan Emi orangtuanya,kini hanya bayangan mereka yang menemani,
Anya berpikir, kehadiran Gaza mampu menggantikan figur orang tuanya,namun nyatanya Gaza tidak seperti yang dia harapkan.
Gaza jarang berada dirumah dengan alasan sibuk mengurus pekerjaan kantor,bahkan untuk hari libur dia habiskan waktunya hanya dikamarnya saja,
mana ada menikah ,tapi beda kamar?benar benar menyiksa batin.
****
"eh..itu Anya" Sandra menepuk lengan Marvel untuk ikut melihat kearah telunjuknya,mereka saat ini sedang mengisi amunisi perutnya,karna cacing dalam perutnya sudah kelaparan.
"disamperin?"tanya Marvel,
"iyalah,kasian lagi sedih tuh"
akhirnya mereka mendatangi Anya yang berjalan gontai,dengan tatapan mata yang sendu dan kosong.
hatinya hancur karna mengalami nasib buruk tentang percintaannya,mimpi indah tentang pernikahan bersama pria yang dicintainya,nyatanya hanya ilusi semata.
"An?"panggil Sandra ,kemudian mendekat kearah Anya
"hmm"sahutnya,tanpa semangat.
"kenapa sejak nikah,aura lo jelek mulu sih?suram gitu"ledek Sandra
"siapa lagi pelakunya kalau bukan om lo,!"jawabnya sewot
Sandra menghela nafas panjang,sebenarnya dia juga penasaran ada apa dengan pernikahan mereka ini,mengingat Gaza sering pulang kerumahnya bila menjelang tengah malam,apa alasan Gaza menikahi Anya ,namun tidak menyentuhnya,
meski Gaza tidak sedingin dulu pada Anya,namun tetap saja,Sandra merasa ada kejanggalan.
"ceritain ama gue,apa yang terjadi dalam rumah tangga lo!"
"seperti yang lo tau,gue masih perawan ting ting guys ,padahal gue ada suami"jawabnya miris.
"sabar ya An,mungkin om Gaza butuh waktu untuk itu,jadi jangan lo bikin beban,yuk semangat jangan kayak gini lagi,mana Anya yang dulu !"
"entahlah,semangat gue hilang bersama dengan kehadiran kesedihan gue"
"nggak usah pikirin,yang terpenting om Gaza milik lo,dan selamanya akan milik lo"
"makasih ya,lo baik banget sama gue" mereka saling berpelukan,dalam hati sandra berjanji akan mencari tahu apa tujuan Gaza sebenarnya.