Anyelir mematung di tempatnya berdiri. Jika dia tidak salah ingat, kemarin ada seseorang yang mengatakan bahwa dirinya tidak akan jatuh sakit hanya karena kebasahan sedikit saja setelah kehujanan. Namun saat pagi ini dia datang, di bangku belakang, seseorang yang mengatakan itu sedang duduk dengan wajah suram yang memerah dan sweater tebal yang dipakainya walaupun hari tidak terasa dingin. "Apa ini, Janu? Kamu sakit?" Anyelir berderap cepat, menarik satu kursi ke arah meja yang ditempati oleh Januari. "Engga, Nye. Aku cuma--" "Engga?!" Anyelir memekik tertahan. Kemudian dia menghela nafas berat dan menyentuh dahi Januari. "Kayak gini kamu bilang engga? Apa kamu pikir sakit itu dosa? Kenapa udah jelas sakit tapi malah bilang engga?" Harusnya Anyelir tidak marah dalam keadaan Janu

