Arlo memakai bajunya. "Lo jangan naked sembarang dong, Can. Gue cowok ini." "Ya, nggak apa-apa. Lo kan cowok gue." "Oh, kita seriusan pacaran nih? Bener? Gue posesif loh, gue atur busana lo, dandan Lo, jam hangout Lo, sama siapa aja, gimana?" Arlo menyeringai melihat p****t berisi Candy yang sengaja dipamerkan padanya. Candy menjulurkan lidah. "Mimpi lo, pacaran ama gue?" lalu masuk ke dalam kamar mandi. "Santai aja kali." Arlo pulang tanpa menunggu Candy selesai mandi. Dia kelihatan murung semenjak keluar dari apartemen itu. Apa yang terjadi semalam sama sekali tidak pernah ia pikirkan sebelumnya. Dia laki-laki normal, sudah sewajarnya akan tergoda saat melihat kejadian itu. Namun, ada perasaan tak enak, tak nyaman dan sedikit benci—semua yang dia lakukan semalam, Candy lebih sering

