Sementara itu di lain tempat, Candy, juga sedang meracaukan nama Kei dalam tidurnya. Satu kali, dua kali, tiga kali, hingga membuat Arlo yang menidurkannya di ranjang menjadi risih. Arlo menghela napas panjang saat selesai membuat gadis ini tidur di atas ranjang apartemennya. Dia hampir tidak percaya Candy malah berakhir mabuk. "Padahal melengos dikit aja, lo main masuk klub, galau gini-gini amat, Can," gumamnya memperhatikan kemeja dan rok mini Candy berantakan sehingga membuatnya tampak begitu menggoda. Hanya melihat pinggangnya saja, Arlo sudah tertarik. Ia kemudian mematikan lampu utama dan menyalakan lampu meja. "Candy? Lo sadar nggak? Gue pulang ya?" Candy menggigau lagi dengan suara sangat manja. "Kei, masukin." "Kei lagi, Kei lagi." Arlo merasa bosan. Namun dia tersadar kalau

