Pagi yang begitu cerah, namun mendung bagi jesi. Dua bulan ini dia berhasil menjauhi jonathan dengan pulang larut dan menyeimbangkan jadwal kerja jonathan dengan jam pulangnya. Ia juga melepaskan kekesalannya di area bermain. Melupakan kesedihannya dan melampiaskannya disana. Namun pagi ini, ketika ia turun menuju meja makan ia malah langsung bertemu dengan orang yang ia hindari. Brother jonathan nya yang berengsek. Dan saat ini, orang itu duduk berseberangan dengannya. Jesi menikmati makanannya tanpa minat. Harusnya, hari ini adalah hari bahagiannya dengan merayakan kelulusannya. Tapi sialnya, pagi ini malah membuat hatinya terasa terhantam karna melihat sosok jonathan. Ia resah dan gelisah mulai melanda dirinya. "Jesi, bagaimana dengan tawaran mommy tadi malam? Apa kau setujuh?" tanya

