Mentari mulai bersinar di tengah dinginnya udara pedesaan dimana villa keluarga jesi berdiri. Jesi mendekap erat selimutnya dan tidur dengan nyaman dibawah gulungan selimut. Namun, seperti merasa ada yang mengganjal dan pikirannya mengingat sesuatu yang mengejutkan, ia tersentak membuka matanya seketika. Jantungnya berdegup kencang saat merasakan tangan besar jonathan yang mendekapnya dari belakang. Aaaa.. ini bukan mimpi ternyata! pekiknya dalam hati. wajah jesi memucat seketika. tubuhnya mematung dan menegang seketika. nyatanya, semua ini bukanlah sebuah mimpi. ini kenyataan. Dia masih dalam posisi tanpa busana dan di dekap erat oleh jonathan. jesi benar-benar tidak percaya semua ini. padahal, tadi malam ia dan jonathan masih saling bermusuhan dan tidak berbicara sama sekali. tetapi pag

