Episode 20 - Perhatian Ricky

1049 Kata
"Sepertinya Aldy tidak pulang ke kantor hari ini, gimana apa mau aku antar pulang saja?" " Emh ya sebenernya aku males pulang hari ini. makanya aku berusaha hubungin Aldy, biar aku bisa nginep di tempatnya dia gitu." "ya sudah kalau begitu gimana kalo kamu ke tempat aku aja mau nggak? Apartemen aku deket sini kok. kalo kamu mau kamu bisa istirahat dulu di tempat aku. ya biar nanti kamu coba hubungi Aldy dari tempat aku aja." tanpa berpikir panjang Shally mengiyakan ajakan dari Ricky. untuk singgah di apartemen nya itu. beberapa saat kemudian Shally merasa takjub dengan kemewahan yang dia lihat. Apartemen yang luar biasa. Cukup lumayan besar bagi orang yang tinggal sendiri saja. ada dua kamar tidur, dapur, ruang tengah, ruang tamu, juga ada kolam renang yang cukup luas disana. Ricky pergi ke kamar mandi saat Shally berkeliling melihat semua ruangan di apartemen tersebut.. tepat dipinggir kolam renang telepon genggam milik Shally berdering. Saat Shally mengeluarkan benda pipih itu untuk mengangkat panggilan tersebut, Shally tercebur.kedalam kolam karena tak melihat pijakan yang ia injak. Sebenarnya Shally Bukan tak bisa berenang. Namun karena kaget dan Shally tak bisa meraih pinggiran kolam. maka Shally hampir tenggelam di sana. Beruntung Ricky segera berlari dan menceburkan dirinya ke kolam ketika mendengar suara Shally yang terjatuh ke dalam kolam nya. Shally dapat digapai dan beruntungnya lagi Shally tak sampai hilang kesadaran saat hampir tenggelam tadi. Ricky membawanya dan menariknya dari dalam kolam. diberikan handuk untuk mengeringkan tubuhnya. dengan seluruh pakaian yang basah, tentu saja membuat seluruh lekuk tubuhnya itu tampak begitu jelas membuat Ricky lagi lagi menelan Saliva nya. "nggak ada pakaian perempuan disini, kamu pakai ini saja nggak apa-apa kan? biar nanti aku belikan pakain baru untuk kamu pakai pulang nanti. emhh kamu ganti baju di kamar tamu aja, nggak usah khawatir ya biar aku sekalian hubungi Aldy juga." karena melihat Shally yang terlihat begitu panik dan ketakutan setelah kejadian tadi, maka Ricky segera menghubungi nomor telepon Aldy dengan harapan Shally bisa lebih tenang. beberapa saat kemudian Aldy yang datang dengan dipenuhi rasa cemas dan rasa bersalahnya terhadap Shally karena lagi lagi dia merasa tak dapat menjaga Shally. "Shally,, sayang,, dimana kamu sayang." kedatangan Aldy dengan keadaan gaduh dan terus meracau mencari cari Shally "Mas, Shally lagi istirahat di kamar tamu. sepertinya dia baru saja terlelap. maaf ya mas.aku bawa dia kesini, soalnya tadi dia hampir di deketin sama Raihan, temen lo yang b******n itu." "Ok Rick, thanks ya lo udah bantu jagain cewek gua.. gue mau lihat keadaan Shally dulu ya." dengan perasaan nya yang masih sangat gelisah, Aldy segera masuk ke kamar tamu di apartemen Ricky adiknya . Aldy melihat sosok mungil dengan rambut panjang terurai sedang terbaring di atas tempat tidur dengan memakai selimut bulu tebal karena kedinginan setelah tercebur di kolam. Aldy menghampiri dan duduk di pinggir ranjang tepat di samping Shally. dia memandangi wajah Shally yang selalu membuatnya merasa damai. kecupan demi kecupan diberikan Aldy di keningnya, hingga dia ikut berbaring di samping Shally dan memeluknya dengan hangat. "Sayang, maafin aku ya. aku selalu saja lalai jagain kamu. maaf aku ngak ada saat kamu butuhin tadi. aku bergegas datang saat adik ku mengabari tentang keadaanmu. maafkan aku sayang." bisik Aldy perlahan di teling Shally sambil mengeratkan pelukannya. "hmhh,, Aldy" Shally terbangun lemas dan melingkarkan tangan nya ke pinggang Aldy dan melepas rasa rindu nya. "Ya sayang ini aku, maafin aku ya." "ngg mmmhh" seketika Shally meraup bibir Aldy dengan lembut.memotong perkataan yang Aldy ucapkan. dengan memakai kemeja berlengan panjang milik Ricky dan tanpa kain penghalang di kedua buah besarnya juga segitiga pengaman. terlihat samar bagian bagian indah di tubuhnya, membuat burung besar yang sejak tadi sudah merasa sesak didalam persembunyiannya.sudah meronta memaksa ingin di keluarkan. "mmmh sayang, sebaiknya kamu istirahat lagi." ucap Aldy pada Shally sambil menahan hasratnya.karena Aldy tidak pernah menginginkan hal jika belum menikahinya. "Tapi Dy.. aku kangen banget sama kamu.." jawab Shally sembari menuntun tangan Aldy ke dua gundukan besar di d**a nya. "kamu yakin sayang " Shally mengangguk menjawab pertanyaan Aldy tersebut. kemudian Aldy mengulum senyum di bibirnya, lalu mengecup dahi Shally, ke pipi, bibir, hingga ke leher nya. sambil memilin kuncup dari dua gundukan di d**a Shally yang sudah mulai mengeras karena hasrat ya.. Aldy mulai meraup dua gundukan besar di dadanya itu sambil meremas- remas seperti meremas adonan kue donat.. mereka melakukan nya tanpa tahu ternyata ada seseorang d balik pintu yang sedang mengintip di balik pintu yang tak tertutup rapat. Ricky mengamati mereka ketika berhubungan, membuat dahaga dan hasratnya semakin menggelora. apalagi ketika mendengar desahan desahan yang keluar dari bibir Shally, dia bak tersihir oleh suara suara lenguhan yang terdengar di telinga nya karena tak kuasa menahan hasratnya, Ricky akhirnya mengeluarkan batang miliknya yang sudah berdiri tegak dan besar. yang sudah merasakan kesesakan di dalam celana nya dan memang sudah meminta untuk di keluarkan sejak pertama melihat Shally. dia berlari pelan ke dalam kamarnya dan memasuki kamar mandi untuk menuntaskan hasratnya. "Cckk,, kenapa gue jadi gini ya.. kasian bgt sih gue . malah nontonin kakak gue sendiri." gerutu Ricky yang menyesali perbuatannya, yang sempat menaruh hati pada calon kakak iparnya itu. "sstt.. emhh.. enak banget Aldy oughh" "ach... iya sayang.. mhhh" lenguhan mereka berdua yang menggemparkan seisi kamar. Aldy yang terus memompa Shally dengan kecepatan penuh seperti kuda yang sedang balapan di arena. dia juga tak henti meraup dua gundukan besar sambil meremas kuat hingga Shally mengejang kan tubuh mungilnya. hingga keduanya melakukan pelepasan bersama. "ach sayang,, keluarin sayang,, achh achh ough.." Aldy dan Shally mengeluarkan cairan bening bersamaan sebelum akhirnya Aldy roboh di atas tubuh Shally sambil merasakan kedutan kenikmatan sebelum akhirnya Aldy mencabut benda pusaka miliknya dari lembah kenikmatan milik Shally. Shally kembali memeluk erat tubuh Aldy, dilingkarkan kedua tangan nya ke perut aldy yang memang cukup bagus dengan d**a bidang nya. Aldy pun merengkuh tubuh Shally menaruh kepalanya di atas d**a nya yang kokoh. "sayang, aku janji tidak akan melepaskan mu. aku akan akhiri penderitaan mu. Aku mohon tinggal ah bersamaku. jangan menjauh lagi dariku. setelah ini aku akan menemui orang tuamu untuk membicarakan hal ini. kau tidak akan aman jika pergi dari sini. kau harus tetap bersamaku, karena jika kau pergi, aku takut tak kan bisa meraih mu lagi." Semua perkataan yang Aldy ucapkan, hanya di jawab dengan anggukan. Tanda Shally menyetujui semua rencana yang Aldy katakan.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN