Episode 19- Adik Aldy

1075 Kata
pagi ini Shally bersiap untuk pergi bekerja seperti biasa. Yang sudah pasti akan antarkan oleh David . "huft .. aku bosan setiap hari seperti ini. Aku sungguh merindukan dia." ucap Shally berdebat dalam hati nya. Ditengah waktu istirahatnya, Shally mencoba menghubungi Aldy setelah beberapakali menghubungkan panggilan akhirnya ada yang menjawab di balik panggilan nya. "Hallo, bisa bicara dengan Aldy?" "Oh hari ini Aldy ada mata kuliah. Jadi tadi siang dia pergi ke kampusnya. kalau tidak Salah ini dengan Shally ya.. aku Raihan teman nya Aldy yang waktu itu . kamu ingatkan?" Untuk beberapa saat Shally sedikit berfikir untuk bisa mengingat.. "Oh iya aku ingat, kamu teman Aldy yang bertengkar dengan nya saat itu kan." Ucap Shally membuat Raihan sedikit malu. "ya itu aku. maaf kan aku jika hari itu membuatmu merasa tidak nyaman. aku tidak bermaksud membuatmu merasa seperti itu." "iya nggak apa kok. toh aku juga gak tahu masalah yang kalian ributkan itu apa." "Hmm,, ngomong - ngomong kamu nelpon nanyain Aldy ada hal yang penting ya. apa mau titip pesen aja? biar nanti aku sampaikan " "emhhh kalo penting sih enggak sebenernya. tadinya aku mau minta di jemput sepulang kerja nanti. aku mau main kesitu sih tadinya." harap Shally dengan wajah tertunduk karena sedih sebab orang yang sedang ia cari ternyata tak ada disana. "Oh ya udah ntar biar aku aja yang jemput ya kalo kamu emank mau main kesini." jawab Raihan sambil mengulum senyum dengan dipenuhi pikiran yang tidak baik terhadap Shally. " memangnya enggak bikin kamu repot? trus kan aku juga nggak tahu kapan Aldy pulang lagi ke kantor nya. Aku kan takut nantinya kalo dia gak balik lagi gimana?" "Tenang aja dia pasti balik kok.biasanya abis maghrib juga dia balik kantor. Tapi kalo dianya gak balik kantor juga kan ada aku. kamu nggak usah khawatir berlebihan gitu ya." "Hmm ya udah deh boleh. tapi janji ya nanti kamu nemenin aku tungguin Aldy sampe dateng. tapi kalo nanti Aldy nya gak dateng kamu anterin aku ya" Raihan tersenyum jahat di balik telpon "Memang itulah yang aku inginkan Shally, akhirnya aku memiliki kesempatan untuk mendekatimu." sungut Raihan berbisik dalam hati nya. Tanpa Raihan sadari ada Ricky Adik dari Aldy yang kebetulan sedang mampir ke kantor Aldy dan berdiri di belakangnya yang sedang mengamati dan mendengarkan percakapan nya dengan Shally di telepon. Ricky sengaja menguping karena melihat sikap Raihan yang memang begitu mencurigakan saat itu. "Siapa yang barusan telpon?" tanya Ricky tanpa basa basi pada Raihan membuatnya sedikit tersentak, tak menyangka ternyata ada seseorang dibelakang nya yang mendengar percakapan nya dan terlihat mencurigai nya. "emh itu Shally, dia menanyakan Aldy . katanya dia mau main kesini, jadi aku tawarkan diri untuk menjemputnya karena Aldy lagi pergi ke kampus." Raihan tampak sangat gugup menjawab pertanyaan Ricky mengenai orang di balik penelepon tadi, dengan melihat raut wajah Ricky yang penuh pertanyaan menyelidiki setiap perkataan yang di lontarkan Raihan. "Oke kalo gitu biar aku aja yang datang menjemput nya. katakan saja dimana lokasi penjemputan,dan bagaimana ciri ciri gadis itu." "Tapi ..." " Udahlah ngak apa biar aku aja yang jemput dia. biar nanti aku yang langsung menjelaskannya ." timpal Ricky tak memberi kesempatan bicara pada nya. karena Ricky sedikit tahu tentang bagaimana sikap Raihan yang licik . Setibanya di lokasi penjemputan, Ricky melihat seseorang yang berdiri disana, tak ragu Ricky datang menghampiri nya serta menyapanya dengan lembut. "Hai, kamu Shally ya". Sapa Ricky pada gadis cantik dengan rambut nya yang terurai panjang dan lurus. Ricky menelan Saliva nya ketika ia pandang tubuh mungil menggemaskan, tak menyangka dia adalah teman dekat dari sang kakak. "Ya aku Shally. kamu siapa ya?" Shally tampak bingung dengan sapaan Ricky pada nya. "Perkenalkan nama saya Ricky. saya adiknya Aldy. tadi waktu kamu telpon ke kantor nya Aldy kebetulan saya sedang berkunjung ke sana. jadi daripada orang lain yang jemput kamu lebih baik aku sebagai adiknya kan." jelas Ricky pada Shally "Tapi beneran enggak apa-apa kan? maaf ya aku jadi ngerepotin banyak orang gini." "Ya gak apa-apa kok santai aja. sudah seharusnya seorang adik bantu cewek kakak nya kan." jawab Ricky sambil memilin senyuman hangat pada Shally. Mereka pergi bersama dengan tujuan ke arah kantor Aldy dengan Ricky di balik kemudi. Tak ada obrolan di sepanjang perjalanan yang mereka lalui bersama. " Sampai nih, " cakap Ricky setelah memarkirkan kendaraan nya dan segera membukakan pintu kendaraan untuk Shally.. "makasih ya" "Santai.. kita masuk atau mau tunggu Aldy di restoran sebrang? sambil menunggu sambil makan gitu. kamu pasti belum makan malam kan." Shally menjawab hanya dengan anggukan. karena dia memang sedang kelaparan saat ini. Di restoran sebrang sana Shally dan Ricky memesan beberapa makanan. tampak Shally begitu lahap memakan nya. terlihat Ricky mengamati Shally yang apa adanya. makan dengan lahap tanpa ingin terlihat elegan. baru kali ini Ricky melihat gadis yang cuek saat di hadapannya. "Maaf, ada makanan disini" ucap Ricky sembari mengusap ujung bibir Shally dengan punggung tangannya. Shally tertegun dengan perlakuan Ricky padanya. tak menyangka dia akan merasakan hal yang sebelum nya tak pernah ia rasakan. Shally merasa begitu diperhatikan lebih oleh Ricky, adik dari orang yang sangat dia inginkan sebagai pendamping hidup nya. "Ya ampun, kenapa dengan perasaan gue ini.. dia adik dari orang yang gue sayang. kenapa hati ini malah berdebar kencang karena perhatiannya yang gak seberapa." gerumut Shally dalam hatinya dengan ekspresi wajahnya yang mulai memerah karena perlakuan Ricky padanya. "Sorry kalo kamu ngerasa risih sama sikap aku. tolong jangan bilang sama Aldy juga dengan sikap ku barusan. aku jadi ngerasa nggak enak sama dia." "Emang kenapa mesti gak enak?" "Ya nggak enak lah,kamu kan ceweknya Aldy, Semua temen temen kerja nya Aldy bilang gitu. Emang salah ya?" Shally tersipu malu tak menyangka ternyata semua teman Aldy menganggap hubungan mereka seserius itu. "Sebenernya kita temen sih. tapi aku juga nggak tahu gimana perasaan Aldy sama aku. Tapi status yang terakhir kita ya cuma temen walau udah saling sayang. nggak tau deh nanti kedepannya seperti apa. Sedikit harapan bagi Shally setelah mendengar tentang anggapan seluruh teman kantor Aldy tentang hubungan mereka. Namun Ricky pun merasa masih memiliki kesempatan untuk bisa mendekati Shally karena apa yang di utarakan oleh Shally tentang hubungan nya dengan Aldy. Ricky berharap bahwa hubungan Shally dan Aldy hanya akan tetap sebagai teman saja. karena diam diam Ricky mulai menyukai Shally. bahkan sejak Ricky menemuinya jantung nya terus saja berdegup tak beraturan. menandakan rasa yang seolah telah takluk saat pertama kali memandang mahkluk mungil yang ada di hadapan nya itu..
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN