Episode 18 - Kamar Hotel

1137 Kata
"Emhh, ayy,, ouwh.." Shally terengah- engah ketika David terus mencumbunya sembari masuk ke dalam bathtub. Ia membalikkan Shally dengan posisi membelakangi dirinya, memeluk Shally dari belakang dan menarik Shally hingga bersandar di pangkuan nya. Mereka berdua berendam, dan tak henti David memeluk Shally sembari meremas remas dua buah besar milik Shally yang sungguh membuat David tak sabar ingin melahap nya dan menikmati setiap dari bagian tubuh nya. "ughh ayy,, pelan ayy" rintih Shally menahan hasrat nya yang juga telah begitu lama ia tahan. "iya sayangku, habisnya aku gemes banget sayang, siapa suruh kamu terlihat begitu menggoda .. umhhh." timpal David sambil meraup kembali kedua buah besar nya itu. "itu bukan kehendak ku untuk terlihat seperti apa dimata orang,, ini pemberian tuhan yang tak bisa terelakan." "emhh sayangku ini memang pandai berdalih,, muach muach muach" sahut David sembari terus menciumi Shally seolah mengalihkan obrolan nya. semakin lama Shally merasa semakin b*******h, suasana semakin memanas diantara Shally dan David, sembari meremas remas buah d**a Shally, salah satu tangan David mulai berselancar menuju lembah kenikmatannya Shally. di elus nya, di mainkan biji kecil yang ada di bibir lembah itu hingga Shally terengah engah mendesah menikmati kenikmatan itu. "ough ayy,," "oughh ayy,, enak banget ayy" "terus ayy,," tak kuasa menahan nya, lalu David pun melahap kembali buah dadanya dengan begitu rakusnya. Shally makin menjerit, rasa sakit dan nikmat bercampur menjadi satu. David mulai membuka kedua kaki Shally yang mungil,denan posisi David duduk d dalam bathtub, kemudian Shally duduk dipangkuan nya dengan posisi membelakangi David, tak lepas tangan david memegangi dua buah d**a Shally, sembari terus diremas remas, seirama dengan gerakan yang dilakukan Shally. keduanya menikmati hingga setelah terjadi klimaks, mereka segera membersihkan diri dan berpakaian. " ayy perut aku kayak nya udah minta diisi deh. tadi di tempat kerja belum sempet makan malam juga." "iya sayang aku udah pesan kok sama pelayan. sebentar lagi di antar ke kamar. atau kamu mau makan di restoran aja gimana?" "Udah disini aja ayy, udah pesan juga kan." "ya udah bentar ya sayang aku hubungi resepsionis nya dulu biar mereka cepet cépet anterin makanan nya. David mengangkat gagang telepon di meja kamar hotel itu dan segera menghubungi resepsionis meminta agar mempercepat pengiriman pesanan nya. "tok tok tok..." ketukan pintu dari luar kamar. "Sebentar ya sayang aku buka pintunya dulu. itu pasti pelayan yang hendak mengantar makanan untuk kita." "ceklek ." "maaf pa, kami sedikit terlambat mengantarkan pesanan yang bapak pesan.. "Oh iya mas ngak apa apa. kita juga belum lama menunggu.baru selesai bersih bersih juga kok .." Pelayan itu pun pergi meninggalkan mereka berdua setelah selesai memberikan pesanan David. tentunya setelah mendapatkan uang tip dari David. berbagai macam makanan yang telah dipesan David karena tahu sejak siang Shally belum memakan apapun. karena sedari tadi terdengar suara perut yang sudah tak bisa disembunyikan lagi. "Ayy kok banyak banget sih makanannya. kayak yang mau makan se RT aja David memilin senyum di bibirnya mendengar perkataan Shally yang memang tidak pernah melihat makanan enak yang bgitu bayaknya. David menyuapinya dengan penuh kasih. Dia berusaha sebisa mungkin membuat Shally nyaman. "ayy aku udah kenyang, udahan ya makannya." "oke sayang. biar aku rapihkan ya." Shally kembali menaiki tempat tidur setelah mengisi kekosongan dalam perutnya dengan brbaggai hidangan mewah yang dipesankan oleh David. Shally bergegas menaiki ranjang yang begitu empuk disana. Membaringkan tubuhnya yang telah begitu letih karena telah bekerja seharian, dan telah digarap oleh David. Seketika saja Shally sudah terlelap, David menghampirinya merengkuh tubuh mungil Shally dan dia peluk sembari memandangi wajahnya. Tetap saja David tak bisa melepaskan pandangannya dari pesona Shally walau sedang tertidur namun wajah cantik nan polosnya tak berubah yang membuat David begitu tergila gila dan tak dapat menahan desiran darah nya yang mengalir hangat disekujur tubuhnya dan berkumpul di bagian bawah tubuhnya. hingga amat terasa olehnya bagian dari tubuhnya itu yang sudah mulai tegak dan mengeras kembali. "Sayang, kenapa kau selalu membuatku gelisah. berada dekat dengan mu membuatku selalu merasakan debaran dalam jantungku menjadi tak menentu. rasanya aku akan gila jika jauh darimu sayang." Ucap David sambil mengecup kening, pipi hingga ke leher dan bahu Shally, diraupnya bibir mungil Shally hingga dia terbangun dan sedikit terkejut. "umhh ummhh.." "sayang,, kamu nggak keberatan kan, aku nggak bisa nahan ayy kalo lagi deket sama kamu sayang." Tanya David dengan wajah memelas pada Shally. dan Shally hanya membalas dengan anggukan kepada David, tanda setuju untuk melakukan hal yang ia inginkan. "Emhh ayy,," lengguhan Shally ketika bibirnya kembali diraup nya. dilumati hingga lidah mereka saling bergemelut didalamnya. Tak lupa kedua tangan nya memilin pucuk di kedua buah d**a Shally. Yang kemudian ia remas dan iya raup silih berganti. sebelah tangan David turun menyusuri setiap jengkal dari bagian tubuh nya hingga sampai di tepian lembah kenikmatan. David memilin biji kecil yang ada ditepian lembah iti, membuat Shally mengejangkan tubuhnya, hingga membusungkan dadanya karena menahan teriakannya, menahan rasa nikmatnya. "Ughh ayy,, gelli ayy emhh" "enak ya sayang,, lepasin aja suara kamu sayang, jangan kamu tahan," David menurunkan kepalanya dan mulai memasuki lembah dengan meraupnya, memainkan lidahnya didalam sanas, dia terus menghisap dan menjilati lembah itu hingga cairan lahar bening keluar membasahi lembah itu hingga membuat Shally melengkingkan tubuhnya. dan menekan kepala David, seolah ingin mendapatkan lebih banyak lagi hisapan yang diberikan David kepadanya. "ayy,, ssssttt ayyy.. terus ayy" "owhh ayy,, enak banget ayy" Desahan desahan Shally yang begitu renyah di dengar oleh David. membuatnya tak lagi kuasa menahan hasratnya, dia begitu bersemangat mendengar setiap lenguhan yang Shally lontarkan. dengan batang miliknya yang sudah berdiri dengan sangat tegak dan lembah Shally sang sudah di banjiri dengan lahar bening itu, David bergegas menjelajahinya dengan tongkat batang miliknya itu. Tanpa aba aba lagi dia memasukinya, menjelajahi setiap bagian dari tubuh Shally. Terdengar lenguhan lenguhan halus dari suara Shally yang terus saja membuat David semakin bersemangat dengan aksi yang sedang ia lakukan. "emmhh sayang terus teriak sayang.. bikin aku makin gairah .. kamu nungging sekarang ya sayang" Seketika itu David membalikkan tubuh Shally. Dengan posisi membelakangi seperti itu David Menaiki Shally dengan kedua tangan nya yang mengepal memegangi dua gundukan besar yang bergelayutan di d**a Shally. David memuncak memuntahkan jutaan kecebong kecil kedalam rahimnya. David roboh di atas tubuh Shally yang mungil. keduanya masih merasakan kedutan kedutan nikmat di bawah sana. David berikan kecupan kecupan hangat di kening Shally membuat Shally merasa nyaman. Rasa puas karena telah saling melepas hasrat hingga mendapatkan kenikmatan kenikmatan sesaat. Mereka melakukan nya berkali kali malam itu hingga Shally tak sanggup berdiri karena menahan ngilu dan perih di bagian bawah nya akibat ulah David yang arogan dan mementingkan kepuasan nya sendiri. tubuh mungil itu terbaring lemas di atas ranjang empuk nan mewah. Hasratnya yang telah terpuaskan namun tak dapat dipungkiri bahwa hati Shally kini merasa hancur karena rasa yang sebenarnya ia inginkan adalah tetap bersama dengan orang yang sangat ia cintai. 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN