“Lu udah gila, Rang!” pekik Reisya pasca hari pernikahannya dengan Windi. Di sana ada Reisya, Akbar, dan Irwan yang mengetahui semuanya. “Jadi, ini alasan lu lebih milih nikah siri sama Sinta karena lu mau nikah juga sama Windi? Dua-duanya cewek yang cinta sama lu dan lu milih dua-duanya hanya karena nafsu?!” “Reisya, tolong dengerin penjelasan gua dulu. Gua punya rencana ....” Sebelum Rangga menjelaskan dengan benar, Akbar sudah maju terlebih dahulu untuk meninju rahangnya. Rangga sampai terjatuh dengan tubuh yang bergemetar. “Hebat banget. Ngadain acara hajatan semegah ini tanpa ngundang satu pun anak sekolah. Kalau gua nggak liat nama dan foto lu di depan gedung, kita nggak mungkin ada di sini, Rang! Kita nggak mungkin tahu apa yang lagi lu lakuin sekarang.” “Maaf. Gua hanya bisa m

