Sosok Reval sekarang sedang berdiam diri di atap sebuah gedung yang tadi dia kunjungi. Di dekatnya ada Reihan, tentu Akbar sudah dilepaskan sejak tadi dan mungkin sudah sampai di rumahnya. Semua penjelasan yang tadi diberikan seolah semakin menambah alasan kenapa dulu dia diperlakukan tidak adil oleh ayahnya. Ternyata semua berhubungan dan semuanya sudah jelas kenapa dirinya sangat tidak diharapkan. Apa yang sebenarnya mereka mau juga tidak diketahui oleh Reval. Boleh dibilang, dia adalah seorang korban yang sama sekali tidak mengerti apa-apa. Pandangannya kosong, menatap lurus ke arah langit dengan sudut yang kecil sehingga tidak terlalu menghadap atas. Dia hanya melihat langit saja, tanpa ada niat untuk berkata apa pun padahal Reihan sudah menunggunya sejak dua jam yang lalu. Bosan,

