Lita memaksa menyatukan bibir mereka untuk waktu yang begitu lama, melumat dan menyesap bibir nya tanpa ampun.
"Please baby... aku bisa kehilangan atas kontrol diri Ku sendiri"Laki-laki itu berusaha untuk menahan gerakan gadis itu, dia berusaha untuk terus menjauhkan dari Lita secepat mungkin sebelum khilaf menerjang dirinya.
Apakah gadis itu tahu berapa lama dia tidak bermain-main dengan seorang perempuan? Sudah sangat lama sekali, bahkan dia selalu berusaha mengontrol hasrat nya sebaik mungkin.
Bayangan bagaimana rasanya seorang laki-laki yang telah lama tidak berurusan dengan perempuan tiba-tiba di berikan serangan panas secara tiba-tiba, ciuman, sesapan, desahan, kuluman dan entah kegilaan bagaimana lagi yang dicipta oleh Lita saat ini untuk dirinya.
Dengan lihainya gadis dihadapannya itu malah membuat dia merasakan satu keinginan yang luar biasa memaksa naik atas dirinya, memaksa menyatukan bibir mereka bahkan tanpa malu-malu gadis tersebut malah mengeranyangi seluruh tubuhnya, belum lagi gadis mencoba menyusuri seluruh leher milik nya.
Apakah itu bukan hal yang gila?.
Laki-laki mana yang bisa bertahan dengan serangan tiba-tiba dan begitu agresif?!.
Tidak tahu bagaimana hubungan Lita dan putra nya, melihat cara Lita bisa dia pastikan mereka pasti sering melakukan hal gila seperti ini bahkan dalam keadaan sadar.
Reno pikir pilihan nya membawa Lita menuju ke tempat tinggal gadis tersebut agar semua berakhir dan dia bisa buru-buru pulang kerumahnya dan menuntaskan hasrat nya di kamar mandi.
Oh s**t.
Laki-laki itu mengumpat dan berusaha mencari handphone gadis tersebut, dia pikir dia harus menghubungi seseorang saat ini, tapi rupanya dia tidak bisa mendapat kan apa pun yang dia inginkan, gadis itu tidak memiliki handphone nya sama sekali.
Oh God.
"Lita please"
Ucap Reno mencoba menghentikan mobilnya, dia berusaha untuk menyingkir kan tubuh gadis tersebut.
"Om please"Lita menatap Reno dengan mata berkabut,dia benar-benar memohon.
Mendengar rengekan Lita seketika membuat Reno menelan salivanya.
Semakin laki-laki itu mencoba menyingkirkan tubuh gadis tersebut, semakin membuat Lita bergerak menggila dan agresif.
Gadis itu sejak tadi terus bergerak menyambar tubuh gerald, dengan tanpa rasa malu gadis muda itu terus bergerak menjelajahi leher dan beberapa bagian tubuh gerald.
Gadis itu fikir anggaplah dia sudah gila, tapi dia benar-benar tidak bisa mengontrol dirinya sendiri.
Satu hasrat menghantam diri nya, sentuhan demi sentuhan juga gesekan kulit yang terjadi pada dirinya dan papa mantan kekasihnya tersebut semakin lama semakin membuat Lita menggila.
Dia butuh laki-laki itu menyentuh dirinya, seolah-olah tangan-tangan laki-laki itu bisa mengobati seluruh perasaan yang tidak menentu didalam diri nya tersebut.
"Om.. plaease" Lita masih terus merengek, mencoba meraih salah satu tangan Reno agar bergerak menyambar tubuh manapun milik nya.
"Lita..."
Reno berbisik sambil mendesah, ditengah usahanya nya untuk terus mencoba membuat pertahanan, kali ini laki-laki itu mencoba melaju kan kembali mobilnya tapi Lita terus berusaha untuk menjelajahi seluruh tubuh nya.
Oh god.
Laki-laki itu terus mencoba mendorong tubuh Lita agar menjauh dari dirinya.
"Om..."Satu desahan kembali lolos dari balik bibir Lita.
Gadis itu menarik leher Reno dan mencoba membenamkan wajah laki-laki tersebut agar masuk ke dalam dadanya.
Alih-alih peduli, Reno mencoba membiarkan Lita kembali duduk di kursinya, kemudian laki-laki itu secepat kilat langsung melajukan mobil yang dia bawa dengan kecepatan penuh.
Sedangkan Lita terus merasa jika kematian nya akan mendekat bila hasrat nya tidak terpenuhi saat ini juga.
Reno pikir seperti nya ini benar-benar kacau, dia memilih membawa gadis itu Menuju ke arah mansion nya.
Kembali ke tempat tinggal gadis tersebut jelas akan berbahaya, bisa-bisa gadis itu mencari seseorang untuk menyelesaikan puncak Hasrat nya.
Dan jelas laki-laki manapun akan memanfaat kan keadaan tersebut dan menghancurkan gadis tersebut tanpa perasaan.
"Please...om" Lita terus menatap Reno dengan penuh harap.
"Kau akan menyesali nya"