Clara masih bertahan dengan kehidupan rumah tangganya yang berantakan itu. Kekuatannya saat saat ini adalah anak anaknya, Alfa dan mutiara. Sejak suaminya tidak peduli lagi dengannya dan tidak memberikannya nafkah, Clara mulai berbisnis kecil kecilan. Dia membuka toko kue, karna kesukaannya makan dan membuat kue. Awalnya dia membuat kue sendiri dirumah dan menjualnya sendiri di toko kecil yang disewanya. Clara memulai usahanya benar benar dari nol. Tapi seiring berjalannya waktu, orderannya bertambah dan dia harus mencari orang untuk membantunya. Orderannya bertambah dan makin banyak sampai akhirnya Clara bisa membeli toko sendiri. Dari toko biasa, sampai menjadi toko yang besar. Dan pengerjanya juga sudah bertambah. Akhirnya tempat untuk membuat kue sudah bisa langsung di toko itu, karna toko itu sudah diperbesar dan jadi dua lantai. semuanya itu berkat hasil dari jualan kue saja.
Tiga tahun berjalan, toko kue Clara merangkap jadi cafe. karna selain kue yang dijual disitu, sudah ada kopi juga dan minuman minuman panas dan dingin lainnya.
Clara menamai tempat itu "Coco Lala" (Cookies & Coffee Lala). Clara juga mulai bekerja sama dengan teman teman papanya yang sudah punya restoran. Clara banyak belajar dengan mereka, sampai Clara bisa mendirikan restorannya sendiri. dan semuanya tak lepas dari bantuan papanya, mamanya dan Carlo adiknya.
Papanya Clara yaitu papa Ronald sangat menyayangi anak anaknya. sebenarnya papa Ronald sudah tau keadaan keluarga anaknya Clara, apalagi kelakuan menantunya Rehan dan keponakannya Pingkan. tapi papanya itu tidak mau bertindak lebih jauh. karna selama dinilainya anaknya Clara masih bisa mengatasinya, berarti papanya tidak akan bertindak. Papa Ronald selalu mendukung anak anaknya, apalagi dalam masalah bisnis. Apalagi Clara yang mau berusaha seperti sekarang, papanya seratus persen mendukungnya. Clara adalah tipe anak yang mau berusaha dan pandai mengelola keuangannya. walaupun dia hanya lulusan SMA, tapi kemauannya untuk berhasil dalam bisnis sangat tinggi.
Seiring berjalannya waktu,bisnis Clara makin sukses. "Coco Lala" sudah memiliki tiga cabang di kota itu, tapi di daerah yang berbeda. Restorannya juga sudah memiliki dua cabang.
Dan tahun ini, Clara membeli satu tempat di pinggiran kota, tempatnya seperti perkebunan, tapi jaraknya hanya dua puluh menit dari pusat kota, dan tempat itu dibuatnya sebagai tempat bersantai. ditengah tengahnya ada kolam ikan. Pas masuk, sudah ada aula tempat berkumpul, ada juga mini bar untuk memesan minuman dan kue dan makanan. sedangkan di samping mini bar ada dapur terbuka. segala macam makanan diolah disitu, dan pengunjung bisa langsung melihat pembuatannya. kemudian di samping kiri kolam ada beberapa gazebo untuk bersantai. dan di samping kanan kolam ada beberapa rumah kecil tempat penginapan. Rumah kecil itu sudah ada teras dan didalamnya sudah ada kamar dan toilet. fasilitasnya juga sudah lengkap. Kolam disitu ada beberapa bagian karna di dalam kolam itu ada ikan ikan berbeda, ada ikan nila, ada ikan mas, ada ikan lele. semua ikan bisa dipesan dan dimasak langsung disitu. dan di ujung kolam, tempatnya sejajar dengan aula didepan, adalah taman. disitu bisa dibikin tempat acara outdoor. karna ada pohon pohon disitu, jadi tempatnya sangat adem. Tempatnya sangat luas, jadi sangat cocok dibikin tempat untuk acara acara.
Besok adalah acara pembukaan tempat itu. Sekalian Clara akan merayakan hut anaknya Mutiara yang ke lima tahun disitu. semuanya sudah dipersiapkannya. Clara mengundang anak anak teman sekolah Clara dan orangtua mereka, dan juga keluarga besar mereka.
Acara berjalan dengan meriah. Mutiara sangat bahagia dan bertrima kasih pada mamanya. Mutiara adalah anak yang pinter. bahkan menurut Clara, kepinteran Mutiara melebihi anak anak seumuran dengannya. Mutiara dan Alfa sama persis,kepinteran mereka melebihi anak anak seumuran mereka. Clara sangat bersyukur, karna anak anaknya bertumbuh dengan sehat dan pinter. semuanya juga berkat didikan dari oma opanya, yaitu orangtua Clara dan juga Carlo pastinya. karna hari hari mereka hanya bersama dengan keluarga Clara.
Sampai selesai acara hutnya Mutiara, Rehan papanya Mutiara tak hadir juga. Mutiara tidak terganggu dengan ketidak hadiran papanya, karna bagi Mutiara dan Alfa, Rehan tak ada. Clara yang merasa sedih karna Rehan tidak hadir, karna Clara hanya berharap Rehan bisa memberi sedikit perhatian pada anak anaknya, tapi ternyata sampai sekarang Rehan masih tetap orang yang sama, yang tak mau mengakui kehadiran anak anaknya.
Akhirnya pesta usai dan semuanya pulang ke rumah. Saat Clara dan anak anaknya sampai dirumah, ternyata Rehan sudah ada dirumah menunggunya. Alfa dan Clara langsung menuju kamar mereka masing masing. Rehan sedang duduk di ruang tamu, lalu Clara ikut duduk disana berhadapan dengan Rehan.
Clara
kenapa ngak hadir di acara hut Mutiara?
Rehan
Lupa...
Clara
ooh..
Rehan menjawab dengan dinginnya. Clara hanya menatap Rehan. dan tiba tiba Pingkan datang dari arah ruang kerjanya Rehan, lalu duduk disamping Rehan.
Pingkan
heh.. makin tua aja kamu La.. kenapa? ngak ada waktu buat ngurus diri ya?
Rehan kembali menatap Clara dan memandangnya dengan teliti. Pingkan hanya tertawa melihat Clara. Rehan menyadari kalau perkataan Pingkan memang benar. Clara tidak secantik dulu lagi.
Rehan
ada apa denganmu La? apa kamu tidak merawat dirimu lagi?
Clara
kenapa kalian memikirkan penampilanku? apa tidak ada hal lain yang ingin kalian katakan padaku selain menilai penampilanku?
Pingkan
Omg.. hellow... gitu aja kok marah sih? hahaha.. ada kok.. ada hal penting yang akan kami sampaikan..
Pingkan lalu menoleh ke arah Rehan. Dan Rehan langsung mengerti maksud Pingkan.
Rehan
oh..ya.. aku cuma mau bilang kalau aku sudah mengurus surat cerai untuk kita. Aku harap kamu tidak menunda untuk menandatanganinya.
Clara
ooh.. baiklah..
Clara menjawabnya dengan santai. Clara berkata dalam hatinya "akhirnya..perjuangannya berakhir sampai disini" Clara menahan airmatanya, dia tidak ingin terlihat sedih di depan mereka.
Pingkan yang mendengarnya tertawa miring. dia tidak puas mendengar jawaban Clara yang bernada santai itu.
Pingkan
hah? hanya itu jawabanmu? apa kamu tidak menyesal hah?
Clara
Apa aku harus menyesal? bukankah itu yang kamu mau?
Pingkan
oh..semudah itu hah? kamu tidak sedih atau apa gitu? mana airmatamu heh?
Clara
kamu berharap aku menangis? heh.. airmataku sudah kering untuk kalian berdua..
Pingkan
hahaha.. Clara.. Clara.. tidak mungkin... kamu pikir aku tidak mengenalmu heh?
Pingkan berharap melihat airmata Clara. Karna Pingkan tau Clara adalah orang yang lemah dan mudah menangis. Pingkan memang ingin melihat Clara menderita, karna Pingkan sangat ingin Clara tidak bahagia. Sejak dulu Pingkan memang cemburu dengan Clara. semua yang Clara punya, selalu ingin dimiliki olehnya,bahkan Clara sempat menggoda papa Ronald (papanya Clara). Rencana Pingkan papa Ronald bisa tergoda dengannya dan keluarga Clara bisa hancur. Tapi rencananya tidak berhasil, karna Carlo melihat langsung perbuatan Pingkan,dan melaporkannya pada mamanya. Tapi malah Clara memaafkan perbuatan Pingkan dan memilih tetap berteman dengannya.
Dan saat Rehan melamar Clara, Pingkan mulai merencanakan ingin merebut Rehan dengan segala caranya. Pingkan melihat Rehan sangat memanjakan Clara,tapi akhirnya dia menemukan kelemahan Rehan,yaitu tidak ingin memiliki anak. Rehan hanya menyukai seks, dan tidak ingin wanitanya hamil. Rehan hanya ingin wanitanya tetap cantik, mulus, dan hanya ingin memuaskannya,bahkan Rehan rela menjadikan wanitanya ratu asalkan tubuh wanitanya tetap terjaga. Dan itulah yang dilakukan Pingkan sampai sekarang.
Dan sekarang, saat Pingkan melihat Clara baik baik saja, hatinya merasa tak puas,dan mencari akal agar Clara tersakiti.
Rehan merasa pembicaraan mereka selesai, lalu mengajak Pingkan pulang. Tapi Pingkan masih ingin disitu dan..
Pingkan
ohya.. kalian akan bercerai kan.. aku harap kamu pergi dari rumah ini..
Clara menatap tajam pada Pingkan, merasa tak percaya bahwa Pingkan akan berkata seperti itu, padahal dia tak ada hak apapun mengusirnya dari situ. Clara langsung memindahkan tatapannya pada Rehan, Rehan juga terkejut mendengar perkataan Pingkan. Tapi pingkan menatap Rehan dengan tatapan manjanya kemudian melanjutkan perkataannya..
Pingkan
eh.. jangan lupa.. bawa juga anak anak sialmu itu pergi dari sini, okhey?
Clara berdiri dari tempat duduknya, dan terdiam. matanya mulai terasa panas, tapi ditahannya. pandangannya berpindah dari Pingkan kemudian Rehan, ke Pingkan lagi lalu ke Rehan. berharap meminta kejelasan atas perkataan Pingkan. Clara tak terima anak anaknya dikatai sial oleh Pingkan.
Pingkan lalu berdiri dari tempat duduknya, lalu menarik Rehan untuk ikut berdiri.
Pingkan
ayo beb, kita pulang. besok setelah mereka semua keluar dari rumah ini baru kita datang lagi ke sini..ok?
Rehan masih terdiam, melihat ke arah Clara yang masih menatapnya seperti meminta penjelasan. Pingkan lalu menarik lengan Rehan, lalu menghentakkan kedua kakinya lalu berucap manja pada Rehan.
Pingkan
beb...kamu ngak suka ya aku usir mereka heh? kamu kan bilang kita mau tinggal disini kalo kita pulang kan? jadi aku ngak mau pas kita pulang ke sini trus ada mereka.. aku ngak mau.... ngak mauuu...
Rehan
eh..iya..iya..cup..cup..beybku sayang..iya..iya..ikut maunya kamu aja deh...
Rehan membujuk Pingkan, lalu Pingkan kembali tersenyum. Dilihatnya Clara yang terdiam sambil melihat mereka berdua. kemudian membentak Clara lagi.
Pingkan
hei wanita muka tua...jelek...kamu udah denger sendiri kan.. jadi kita kasih waktu sampai besok, kamu dan anak anak sial kamu itu segera keluar dari sini. sekarang kamu bukan istrinya lagi..eh..maksudku sebentar lagi... jadi...siap siap deh get out dari sini... ooohkheeeey...? baaaayyyy....
Clara tak bisa lagi menahan airmatanya. dan akhirnya Pingkan tertawa puas karna sudah melihat airmata Clara, melihat kesedihan Clara dan pastinya hati Clara terluka. Pingkan sangat puas dengan apa yang sudah dilakukannya pada Clara. Pingkan lalu mengajak Rehan pergi dari situ, dan Rehan pun mengikutinya. Clara terduduk lagi dikursi itu, dan menangis sejadinya. tapi dia menutup mulutnya, berharap tidak ada orang lain yang mendengar tangisannya.
Tapi ternyata sejak tadi Alfa dan Mutiara melihat semuanya dan mendengar semuanya. Setelah kepergian Pingkan dan Rehan, Alfa langsung berlari ke arah mamanya diikuti oleh Mutiara, kemudian langsung memeluk mamanya. Clara kaget karna anak anaknya sudah memeluknya. Clara tak bisa menahan tangisannya dan dia pun makin menangis karna dia tak tega melihat anak anaknya menyaksikan kejadian tadi. Clara jadi tau kalau anak anaknya pasti sudah mendengar semuanya tadi.
Setelah Clara mulai tenang, Alfa dan Mutiara melepaskan pelukan mereka pada mamanya, kemudian menghapus airmatanya.
Mutiara
mah..jangan sedih lagi ya.. kan ada Muti sama kakak disini...
Alfa
iya mah.. udah ngak usah sedih.. ngak ada gunanya sedih cuma gara gara mereka..
Clara
maafin mama ya sayang.. mama ngak bisa membuat papa men...
Alfa
stop mah.. ngak ada gunanya juga maksain orang yang ngak mau mengakui kita kan..? udahlah mah.. kita juga udah terbiasa kok..
Mutiara
mah.. mama jangan sedih ya.. Muti ngak mau lihat mama sedih.. olang olang itu benal benal jahaaattt.. Muti ngak suka meleka..
Clara
Muti... jangan ngomong gitu..
Alfa
ya udah.. sekarang kita beres beres aja mah.. ayo kita pergi dari sini.. kita kerumah opa aja..
Clara
kak..apa kita memang harus keluar dari rumah ini? ini rumah kalian juga loh..
Alfa
mah..kita bisa beli rumah baru. Alfa akan beliin mama rumah nanti, tapi kalo Alfa udah kerja ya.. skarang kan Alfa masih skolah ma.. untuk itu, kita tinggal di rumah opa aja.. lagian opa pernah bilang, kalau kita butuh tempat tinggal selain dirumah ini, kita bisa tinggal dirumah opa, karna oma sering sendirian di rumah. kan klo ada Alfa sama Muti, oma bisa punya teman kan..
Clara hanya tersenyum mendengarkan anaknya. Clara lalu setuju dan mulai berkemas. Alfa menelpon uncle Carlo dan opanya Ronald, menceritakan yang terjadi, dan tak lama kemudian Carlo dan opa Ronald sudah tiba disitu. Carlo membantu Clara membawa koper koper mereka. Clara juga mengajak pembantu dan pengasuh anak anaknya untuk ikut dengannya. karna yang membayar gaji mereka adalah Clara sendiri. mereka pun keluar dari rumah itu malam itu juga, dan pergi ke rumah orangtuanya. Dirumah, mamanya Clara sudah menunggu kedatangan mereka semua. mamanya Clara langsung memeluk putrinya, airmata mamanya tak tertahankan. Clara lalu mengusap pipi mamanya dan menghapus airmatanya.
Clara
mama.. jangan ada airmata kesedihan lagi ya.. skarang Lala udah bahagia kok..
Mama Eva
sayang... hati kamu terbuat dari apa sih? hehehe..
Clara
hati Lala terbuat dari hati mama dan papa.. makanya sekuat ini seperti kalian.. hehehe..
Carlo langsung memisahkan pelukan mereka, lalu menggoda mamanya
Carlo
hmmm... kalo ada kakak, pasti anak yang satu ini dilupakan heh?
Mama memukul pelan lengan Carlo lalu mereka pun tertawa bersama.
Besok paginya, orangtua Rehan datang kerumah orangtua Clara. mereka kaget saat diberitahu oleh papa Ronald semalam. Ternyata sebelum mereka tidur semalam, papa Ronald menelpon papanya Rehan dan memberitahukan kejadian ini. Jadi pagi ini orangtua Rehan langsung mendatangi rumah papa Ronald dan ingin bertemu dengan menantu dan cucu cucunya.
Bel pintu berbunyi, dan setelah pintu dibuka oleh bibi, Mamanya Rehan langsung berlari mencari keberadaan Clara dan cucu cucunya. Clara yang lebih dulu dilihatnya dan langsung memeluknya.
Mama Dewi (mamanya Rehan)
nak.. gimana keadaan kamu heh? mama khawatir banget sejak semalam..
Clara
mah.. tenang mah.. Clara baik baik aja kok.. ayo duduk dulu mah..
Clara membawa mertuanya duduk.
papa Heru (papanya Rehan)
nak..maafkan papa sama mama ya.. kami ngak bisa mendidik Rehan dengan baik.. sampai sampai dia tega berbuat seperti itu.. kami ngak habis pikir dia nekat berbuat seperti itu...
mama Dewi
iya nak.. maafkan kami ya.. mama ngak tau lagi harus gimana menegur Rehan.. entah apa yang merasukinya sampai dia tega berbuat seperti itu..
mama Dewi menangis membicarakan anaknya, papa Heru juga. mereka sangat malu pada orangtua Clara dan Clara.
Clara
sudahlah ma..pa.. semua sudah terjadi. aku sudah ikhlas kok ma..pa..
Mama Dewi
tapii.. kenapa kamu harus keluar dari rumah itu nak? itu rumah kamu sama Alfa dan Mutiara loh nak.. kenapa kamu harus pergi dari situ? bahkan Rehan tak punya hak atas rumah itu...
Clara
ma..pa.. sudahlah.. untuk skarang biar kami tinggal disini dulu.. ini juga demi anak anak ma..pa.. nanti kalau sudah beres semua masalah, semoga anak anak mau tinggal disana lagi..
Papa Heru
ya baiklah.. tapi itu tetap rumah kalian..bukan rumah orang lain. bahkan yang mengusirmu pun tak ada hak disitu.. entah kenapa Rehan bisa mendengarkan wanita itu?
mama Dewi
iya..entah kenapa dengan anak itu.. dia lebih mendengarkan wanita itu daripada kita..
Mama Dewi masih menangis, mama Dewi dan papa Heru terlihat sangat marah mengingat kelakuan Rehan. Lalu perbincangan mereka terputus karna kedatangan Alfa dan Mutiara. Mutiara langsung berlari di pangkuan oma Dewi. sedangkan Alfa langsung memeluk opa Heru dan duduk diantara opa Heru dan oma Dewi.
Mereka pun berbincang dan sampai waktunya makan siang, mereka semua makan siang di situ.
Saat ini Mutiara yang sudah berumur tujuh tahun dan Alfa tiga belas tahun, dan Clara sudah tiga puluh empat tahun. mereka melanjutkan hidupnya seperti biasa. Clara yang tetap sibuk dengan bisnisnya dan anak anaknya bersekolah. Papa Ronald sudah merencanakan liburan untuk keluarga mereka sejak dua bulan lalu, menunggu sampai cucu cucunya libur sekolah. setelah libur telah tiba, papa Ronald langsung menyuruh keluarganya siap siap untuk liburan di Bali.Hanya liburan dalam negri, karna papa Ronald ingin putrinya Clara memiliki bisnis selain di kotanya. Papa Ronald juga sudah merencanakan pertemuan putrinya dengan temannya di Bali yang sudah punya beberapa restoran terkenal disana. berharap agar Clara bisa berminat membangun bisnis disana. Papa Clara ingin putrinya memiliki pengalaman selain di kotanya.
Akhirnya mereka berangkat ke Bali. yaa mereka berenam. Papa Ronald, mama Eva, Carlo, Clara, Alfa dan Mutiara. Diperjalanan pun, Clara masih sibuk dengan bisnis onlinenya. Yaa Clara menjual cookiesnya melalui online. bahkan sudah ada yang dari Malaysia dan Singapura yang menjadi langganannya.
Mereka pun tiba di bandara Ngurah Rai Bali. Dan mereka menuju tempat pengambilan barang bagasi. Clara masih sibuk dengan hp nya, berjalan sambil melihat hp, dan headset di telinga satunya. Selesai mengambil barang, mereka berenam menuju parkiran, karna sudah ada mobil yang menunggu mereka. Saat berjalan menuju parkiran, Clara yang tidak memperhatikan jalan tiba tiba menabrak seseorang. Hpnya nyaris terlempar, tapi untungnya dengan sigap orang itu menangkap hpnya. Clara lalu menoleh ke orang yang ditabraknya dan kemudian meminta maaf atas kejadian itu.
Orang itu tidak menyalahkannya, dan hanya tersenyum kemudian menyerahkan hp yang ditangkapnya tadi.
mereka pun melanjutkan perjalanan mereka. Tujuan pertama mereka adalah Ubud. mereka memilih tempat yang tenang. dan mereka sangat menikmati suasana disana. penginapannya dekat dengan sungai, jadi pendengaran mereka dihibur dengan suara air sungai yang mengalir dan suara nyanyian burung burung yang indah.
Empat hari mereka disana, lalu mereka ke Kuta. Disana mereka menginap di hotel yang tempatnya dekat laut. Pemandangannya sangat indah. Hotel itu adalah milik temannya papa Ronald. Mereka sudah membuat janji makan malam bersama di restoran yang ada di hotel itu. Pemandangannya sangat indah saat sore hari dan bisa melihat sunset.Tapi mereka ke restoran itu sudah malam, jadi tidak melihat sunset hari itu.
Setelah sampai di restoran itu, teman papa Ronald sudah menunggu mereka, lalu menyambut mereka dengan ramah. Mereka semua diperkenalkan dengan teman papa Ronald itu. namanya adalah Suryo Handoko. umurnya mungkin seumuran dengan papa Ronald. Pak Suryo ini tinggal di Jakarta, dan di Bali hanya tempatnya berbisnis. Pak Suryo berteman dengan Papa Ronald sejak mereka kuliah dulu, dan sudah jarang bertemu sejak mereka menikah. dan ini adalah kali ketiganya mereka bertemu setelah mereka menikah.
Perbincangan pun berlanjut. Clara makin tertarik dengan perbincangan mereka, karna perbincangan mereka mengenai bisnis dan ternyata pak Suryo juga memulai bisnisnya dari nol, sampai bisa punya perusahaan sendiri. Pak Suryo bilang kalau Clara ingin berbisnis di Bali, dia pasti akan membantunya. dia juga akan memperkenalkan Clara pada orang orang yang berbisnis dibidang yang sama dengan Clara, agar Clara bisa belajar banyak dari mereka. Clara sangat bersemangat mendengar itu. Papa Ronald melihat putrinya itu sangat bahagia dan berharap Clara makin bahagia.
Perbincangan mereka kadang di potong oleh ocehan Mutiara. Apalagi Mutiara dan unclenya Carlo kadang menggoda Clara dengan kata kata lucu mereka. Clara yang sudah tak tahan dengan sakit perutnya gegara terlalu banyak tertawa, akhirnya meminta ijin ke toilet. Sepeninggalan Clara ke toilet, Pak Suryo meminta ijin juga untuk menjemput anaknya di lobi, karna anaknya akan bergabung dengan mereka. Papa Ronald menyambutnya juga dengan ramah. Anak pak Suryo kemudian duduk bersama mereka, dan duduk di sebelahnya Carlo. ternyata Carlo dan anak pak Suryo sudah lama saling mengenal, tapi baru tau skarang kalau papa mereka juga saling kenal dan berteman.
Mutiara yang sejak tadi memperhatikan anaknya pak Suryo itu, kemudian turun dari kursinya dan berjalan ke arah anak pak Suryo itu.
Mutiara
hallow om ganteng.. namaku Mutiala..
sambil mengulurkan tangan kanannya. om ganteng itu pun menyambut tangan anak kecil ini.
om ganteng
hallow juga Mutiara cantik.. nama om Dave..
Mutiara
hallow om Dave ganteng.. makasih ya udah mau belkenalan sama Muti..
Dave
iya.. sama sama Muti Cantik..
Mutiara lalu mengangkat kedua tangannya menghadap Dave, tanda dirinya ingin di gendong Dave. Dave pun menyambutnya dan memeluknya lalu didudukkannya di pangkuannya.
Mutiara
om Dave ganteng...
Dave
iya Muti cantik..
Mutiara
om udah punya pacal belom?
Dave
hah? hehehe.. kenapa emangnya..
Mutiara
yaa jawab dong om.. bukannya balik nanya..
Dave tertawa dan kaget melihat aksi Mutiara yang mulai merajuk dengan menaruh kedua tangannya di dadanya.
Dave
hehhee.. iya..maaf nona cantik..
jawabannya... Belum ada...
Mutiara tersenyum dan melihat kembali ke arah Dave.
Mutiara
ah masa sih ganteng ganteng gini ngak ada pacalnya sih om?
Dave
iya.. mungkin ngak ada yang mau.. hehehe..
Mutiara
hmm.. klo gitu.. mau ngak om nikah sama mama Muti?
Dave
hah...???
Mutiara
iya om.. mau ngak? mamaku cantik loh om.. cantik banget malahan.. yaa kan kak..?
sambil berkata pada Alfa kakaknya. Alfa tersenyum dan menjawab dengan menganggukkan kepalanya. Mutiara lalu balas tersenyum pada kakaknya. Carlo dan orang orang yang mendengar itu hanya bisa tertawa mendengar ocehan polos Mutiara itu. Carlo yang melihat wajah kebingungan Dave langsung mendekati Muti.
Carlo
nona Muti cantik.. nanti aja ya nanya itu sama om ganteng ini.. kan om gantengnya belum kenalan sama mama... iya kan?
Mutiara
oh..okey deh..
Mutiara langsung turun dari pangkuan Dave dan kembali ke kursinya. Lalu Clara kembali dari toilet dan menuju kursinya. Papa Ronald langsung memperkenalkan Clara pada Dave.
Papa Ronald
Nak.. sini.. kenalkan ini anaknya pak Suryo...
Clara mengikuti langkah papanya dan berjalan mendekati Dave. setelah saling memperkenalkan diri, Dave tak melepaskan pandangannya dari Clara. Clara yang sudah kembali ke kursinya hanya bersikap santai dan biasa saja. Dan saat Mutiara melihat tatapan Dave tak berpaling dari mamanya, Mutiara kembali mendekati Dave dan menarik bahu Dave agar telinga Dave mendekat di wajah Mutiara.
mutiara
om.. cantik kan mamaku?
Dave lalu melihat wajah Mutiara, dan mutiara mengedipkan matanya lalu tersenyum, Dave jadi salah tingkah karna ketahuan mengagumi mamanya.
Mutiara
cantik kan.. cantik.kan... heheheh..
Dave
iya.. kamu bener..
mutiara
hehehe...
Dave dan Carlo saling bertatapan karna kelucuan Mutiara. Kemudian mereka tertawa bersama, apalagi mama Eva memperhatikan tingkah cucunya itu sejak tadi. mama Eva juga sangat senang dengan Dave karna Dave sangat hangat menyambut cucunya.
Perbincangan mereka tentang bisnis masih berlanjut. Om Surya malah meminta Dave untuk membantu Clara. Dave tidak keberatan dan Clara sangat bertrima kasih akan hal itu.
setelah perbincangan mereka terhenti sejenak, Dave bertanya pada Clara.
Dave
eh.. permisi.. apa aku boleh bertanya pada... nyonya Clara?
Clara
Clara aja.. heheh..
iya boleh...
Dave
heheh..iya baiklah..
Clara, apa kamu yang di bandara itu?
Clara
hah..? maksudnya???
Dave
iya.. apa kamu yang... menabrakku waktu itu?
Clara
hah??? astaga naga... heheh... apa itu kamu yang aku tabrak? empat hari yang lalu??? omg...
Dave
yaah... ternyata itu benar kamu... hehehe...
Carlo
wah...wah... ternyata ya... kalo udah jodoh emang ngak akan kemana... hehehe
Clara menjadi malu dengan mengingat hal itu. papa Ronald dan om Suryo saling bertatapan dan saling mengedipkan mata, lalu mereka tertawa bersama. mungkin itulah rencana mereka, mempertemukan anak anak mereka.
Dave menyukai sikap Clara.Bahkan keluarga mereka sangat hangat dan anak anak Clara juga menyukainya. Dave memang belum berkenalan dengan Alfa, tapi Alfa juga sangat ramah padanya. itulah sebabnya Dave ingin mengenal lebih jauh dengan Clara dan keluarganya.
Sebelum mereka mengakhiri pertemuan mereka malam ini, Dave mencoba meminta pada Clara untuk menjadi temannya. dan Dave ingin mengajak Clara jalan jalan di Bali selama mereka masih disana. rencananya keluarga Clara akan kembali ke kotanya tiga hari lagi. malah bukan Clara yang menjawab ajakan Dave itu, tapi mama Eva dan Mutiara yang menjawabnya.
mama Eva
ya.. tentu nak Dave. Clara pasti akan senang skali kalo di ajak jalan jalan. heheh
Mutiara
yes.. betul.. betul..
Clara
eh.. apa sih...
mama Eva
udah..jangan nolak..
Mutiara
iya ma..
mama Eva
pasti Clara mau kok.. heheh..
Dave
oh ya.. makasih tante.. makasih Muti..
mama eva
iya..sama sama nak Dave..
Mereka pun berjalan bersama menuju hotel. Om Suryo dan Dave mengantar mereka semua sampai di lobi hotel. Clara memegang tangan kirinya Mutiara sambil jalan. tiba tiba Clara menarik tangan Dave dan mereka pun berjalan bersama. Clara dan Dave kaget melihat ulah Mutiara, mereka lalu saling bertatapan lalu tersenyum dengan malunya. mereka berjalan sampai di depan lift, lalu Mutiara melepaskan tangannya dari tangan Dave.
Mutiara
om ganteng.. jangan lupa besok ya.. kan mau jalan jalan sama mama... jadi harus wangi ya.. biar mamaku seneng.. heheh...
sambil melambaikan tangannya dan berjalan menuju lift. Clara hanya terdiam dengan matanya yang sudah membulat seperti bola dan tangan satunya menutup mulutnya karna merasa malu dengan kata kata anaknya itu. Dave sangat senang karna merasa ada lampu hijau dari anak Clara untuk mendekati Clara, pastinya dengan diawali pertemanan. Dave membalas melambaikan tangannya dan menjawab kata kata Mutiara.
Dave
iya..pasti nona Muti cantik. daaah..sampai jumpa besok.. selamat malam..
Mutiara
daaaah...
Clara benar benar sangat malu, tapi mama Eva, papa Ronald, Carlo dan Alfa hanya tertawa melihat Clara yang wajahnya sudah memerah seperti lobster goreng. Clara lalu memukul lengan Carlo karna Carlo suara tertawanya yang paling kuat.mereka pun menuju kamar mereka masing masing. Papa sama mama, Carlo sama Alfa, dan Clara bersama Mutiara.
Hari pun sudah pagi. mereka semua berkumpul di kamar papa dan mama,dan sarapan bersama disana. Papa ingin mengajak keluarganya jalan jalan di kuta. ada tempat wisata yang ingin papa kunjungi. tentunya tidak bersama Clara, karna Clara akan di jemput Dave dan jalan jalan di tempat lain. Clara sebenarnya tidak ingin ikut Dave, tapi dia ingin ikut jalan jalan dengan keluarganya, tapi entah mengapa mamanya yang antusias mengiyakan ajakan Dave. Clara hanya bisa pasrah dan ikuti kemauan mamanya. Carlo juga meyakinkan Clara kalau Dave itu orang baik, dan dia tidak mungkin melakukan hal yang buruk pada Clara. Apalagi anaknya Mutiara memaksa agar mamanya pergi dengan Dave. Clara bingung tapi dia tetap harus pergi bersama Dave. Clara hanya bingung, setelah sekian lama, ini kali pertamanya lagi dia jalan hanya berdua dengan lelaki yang baru dikenalnya. Tapi kekhawatirannya di netralkannya, karna orang yang mengajaknya itu dikenal baik oleh adiknya dan juga anak dari kenalan papanya.
Setelah Clara selesai mempersiapkan diri, Clara menuju lobi karna Dave sudah menunggunya di lobi. Clara hanya mengenakan celana jeans hitam robek robek, kaos oblong putih, kets putih, dan jaket jeans hitam tanpa di kancing, dan rambut Clara hanya di ikat satu tinggi ala korea. Carlo hanya menggeleng kepala melihat penampilan kakaknya itu. Papa dan mamanya juga hanya tersenyum melihatnya. berbeda dengan Alfa dan Mutiara.
Mutiara
yaah kak.. Muti lupa menyiapkan baju buat mama.. lihat itu, kayak mau santai sendili aja tuh gaya mama...
Alfa
hehehe..iya ya.. ya udahlah.. itu kan emang gayanya mama dek.. udah, ayo kita siap siap.. kan kita juga mau jalan jalan..
Mutiara
oh iya.. ayok.. ayok...
Mereka pun bersiap siap.
Dave sudah menunggu dilobi.Dilihatnya Clara keluar dari lift. Dave tersenyum melihat gaya Clara. Dia tak menyangka gaya Clara biasa biasa aja, padahal Clara termasuk wanita berkelas dan untuk bergaya, pasti dia punya uang untuk itu. tapi kenyataannya, dia bergaya biasa aja, tapi tetap cantik di pandang mata.
Dave pun mengajak Clara ke mobilnya dan perjalanan pun dimulai. Dave pertama mengajak Clara ke cafe di tepi pantai. Dave mengenalkannya dengan temannya pemilik cafe itu. mereka pun ngobrol dan Clara sangat senang. karna selain menambah teman, Clara juga mendapat banyak pengalaman dan pelajaran dari cerita cerita mereka. Bahkan ada yang mengajarinya meracik minuman. Clara sangat bersyukur karna ditempat yang baru, menambah teman baru dan pastinya menambah pengalaman baru. Selama perjalanan, Dave sudah mengajak Clara ke beberapa cafe dan restoran. sampai setelah sore, Dave mengajak Clara ke sebuah cafe di dekat laut. tempat itu sangat indah, menghadap laut, tempatnya di lantai tiga, dan ternyata pemandangannya adalah sunset. Clara sangat terpesona melihat matahari terbenam itu, sedangkan Dave, terpesona dengan kecantikan Clara. Tanpa Clara sadari, Dave memandang wajah Clara. Dave sangat bahagia melihat senyuman Clara. Dave merasa semangatnya telah bangkit kembali, dan saat melihat senyum bahagia Clara, Dave merasakan kehangatan yang tak terkatakan rasanya. Dave ingin terus melihat senyuman itu.
Dan saat Clara selesai melihat sunset, Clara melihat ke arah Dave. dan Dave langsung mengalihkan pandangannya ke arah langit yang sudah gelap.
Clara
wah.. indah skali.. apa kamu melihat itu? (maksud Clara sunset)
Dave
ya..tentu.. sangaaat indah... (padahal maksud Dave adalah Clara)
Clara
apa kamu sering kesini?
Dave
oh tidak.. ini kali pertamaku juga.. ini tempat recom dari temanku.. jadi aku penasaran juga..
Clara
waw.. jadi inì kali pertama kita? hehehe.. aku pikir kamu sering kesini... heheh
Dave
hehehe.. ya..ini kali pertama kita...
Clara
apa kamu tinggal di Bali?
Dave
tidak.. aku tinggal di Jakarta. dan setelah delapan tahun, ini kali pertamaku lagi datang ke Bali..
Clara
waw..
Dave
iya..
Clara terdiam dan Dave pun begitu. Clara masih ingin bertanya,tapi melihat wajah Dave yang langsung berubah seperti sedih, lagi mengurungkan niatnya.
Clara
apa kita akan makan malam disini?
Dave
oh tidak. kita ada undangan makan malam di restoran sepupuku. ayo kita kesana..
Clara
okey.. ayo..
mereka pun pergi ke restoran sepupu Dave. Setibanya mereka disana, mereka langsung disambut baik oleh sepupunya itu dan istrinya. sepupunya itu bernama Milo dan istrinya bernama Wanda. Mereka langsung menuju tempat makannya, dan disana ternyata sudah ada om Suryo dan istrinya, tante Melly. Dave terkejut karna ada mamanya juga disitu. karna setaunya mamanya masih di Jakarta. Padahal setelah semalam pertemuan om Suryo dan keluarga Clara, om Suryo langsung menceritakan pertemuan mereka itu, dan istrinya itu tak sabar ingin melihat langsung si Clara ini. dan akhirnya pertemuan itupun terjadi. Makan malam dan dibarengi dengan obrolan ringan mereka, membuat Clara merasa nyaman, merasa seperti sedang bersama dengan keluarganya. Mamanya Dave pun merasakan hal yang sama. Mamanya Dave kadang melirik ke arah suaminya, menandakan bahwa dia sangat menyukai Clara. Selesai makan malam, Clara berpamitan untuk pulang. Mamanya Dave memeluknya dan mengatakan bahwa dia ingin bertemu lagi dengannya.
Clara
Trima kasih ya tante untuk makan malamnya..
Mama Melly
sama sama sayang.. tante harap kita bertemu lagi ya..
Clara
Amin.. pasti tante.. kan aku skarang udah jadi temannya Dave.. ya kan Dave..hehehe
Dave
iya dong... nanti deh ma.. Dave pasti nanti akan ajak Clara ke rumah mama..
mama Melly
hah? bener ya.. awas ya..klo sampe ngak.. nanti mama yang akan ke rumahnya Clara..
mereka pun tertawa bersama. Clara pamit dan Dave pun mengantar Clara kembali ke hotel.
Dave
Makasih ya La.. kamu mau jalan sama aku..
Clara
aku yang harus bertrima kasih loh Dave. hari ini aku sangat bahagia.. kamu ngajak aku ketemu orang baru, jadi tambah temen, jadi tambah pengalaman, dapat pelajaran baru, dapat keluarga baru juga.. wah.. mama kamu baik banget loh..heheh
Dave
kalo besok kamu masih mau, kita bisa jalan jalan lagi.. gimana..?
Clara
aku sih mau Dave, tapi aku tanya anak anakku dulu ya..hehe
Dave
oh.ya..ya..tentu.. hubungi aku kalau diijinkan ya.. heheh..
ohya.. mana hpmu..?
Clara
ini.. (sambil memberikan hpnya)
Dave lalu menyimpan kontaknya di hp Clara, kemudian dia memiscall ke nomornya. Lalu Dave juga menyimpan nomor kontak Clara.
Dave
okhey.. besok hubungi aku ya.. diijinkan atau ngak, kasih kabar ya...
Clara
Okey siap.
Mereka pun sampai dan Dave mengantar Clara sampai di depan lift.
Dave sangat senang karna bisa bersama Clara hari ini. dia sangat berharap, besok Clara bisa jalan dengannya lagi.
Clara yang sudah sampai dikamarnya merasa sangat senang juga. Dia sangat bertrimakasih pada Dave untuk hari ini. Dia sangat senang karna bisa punya teman seperti Dave. Dave sangat baik, apalagi keluarganya sama baiknya. mereka menyukai Dave, begitupun Dave, sangat disukai oleh keluarga Clara.
Tiba tiba lamunan Clara dikagetkan dengan kedatangan keluarganya. papa, mama, adik dan anak anaknya. mereka semua penasaran dengan perjalanan Clara dan Dave. Clara pun menceritakan semuanya pada mereka. Mereka semua sangat senang mendengarnya.
Mama Eva
trus, apa Dave mengajak kamu lagi?
Clara
iya.. katanya klo bisa besok jalan jalan lagi.. tapi..
mama eva
iya.. ngak ada tapi..tapi.. jalan ajah ya..
Clara menatap mamanya heran, kemudian menatap yang lainnya..
Mutiara
iya ma.. pelgi aja.. yah..yah..
Clara
okhey..kita jalan bareng ya..
mama,papa,Carlo,Alfa,Mutiara
Noooo.....
mereka menjawab bersamaan. Clara sampe kaget mendengarnya.
Clara
hah...???
Mereka pun bubar dan tinggal mama Eva dan mutiara yang tertinggal
Mama Eva
ya udah, besok jalan aja sama Dave. nanti malam kita ketemu di restoran sebelah ya, kita makan malam bareng.
Clara
iya ma..
mama Eva
ya udah.. kita tidur ya.. selamat malam sayang.. selamat malam cucuku sayang..
Mutiara
selamat malam juga oma.. muaah..