Clara Alexandra
Clara Alexandra adalah wanita berumur 21 tahun. Dia sudah menikah dengan Rehan Prayoga yang setahun lebih tua darinya. Rehan jatuh cinta pada Clara sejak pertemuan pertama mereka saat ada acara pesta undangan keluarga. Cukup lama Rehan berusaha pendekatan dengan Clara, sampai akhirnya Rehan menyatakan cinta, tapi Clara menolaknya, karna menurut yang dia dengar, Rehan adalah cowok playboy. Tapi Rehan tidak menyerah, sampai dia nekat mengajak orang tuanya untuk datang langsung ke rumah Clara untuk melamarnya.
Setelah pertemuan lamaran itu, dan mendengar niat baik Rehan dan keluarganya, Clara akhirnya menerima lamaran itu, tapi bukan mengiyakan untuk langsung menikah, tapi dia ingin mengenal Rehan dulu dan melihat ketulusan Rehan selama setahun, kalau Rehan mampu meyakinkan Clara, Clara akan menerimanya menikahinya.
Waktu berjalan, Clara melihat keseriusan Rehan. Dia bahkan tidak segan membantu pekerjaan orang tua Clara, mengantar jemput Carlo adik Clara ke sekolah, bahkan rela menemani Clara kemanapun dan kapanpun tanpa diminta Clara.
Setahun pun berlalu, akhirnya Clara setuju untuk menikah dengan Rehan. Para keluarga, sahabat, semuanya hadir memeriahkan pesta mereka.
Dimata orang-orang, mereka adalah pasangan yang sangat serasi. Yang satu ganteng, yang satu cantik, dan keduanya juga orang baik. Mereka tipe orang yang mudah bergaul, tidak pemilih dalam berteman, siapa aja yang baik pada mereka, pasti sudah dianggap keluarga. Mereka adalah pria dan wanita yang mandiri. Orang-orang sangat segan dengan mereka berdua.
Clara memiliki sahabat yang sangat dekat dengannya sejak kecil. Dia satu tahun lebih muda dari Clara. Namanya Pingkan Rahayu. Dia adalah anak dari tante Ayu, adik mamanya Clara.
Kemana-mana pasti Pingkan bareng Clara. Sampai saat Clara di lamar pun, Pingkan ada disamping Clara.
Sejak sekolah dari SD sampai SMA mereka selalu satu sekolah. Tapi setelah lulus SMA, Clara memilih membantu orang tuanya saja sambil memulai belajar berbisnis dari papanya.
Satu tahun kemudian setelah kelulusan Clara, Pingkan juga lulus SMA. Dia melanjutkan kuliah. Dan karna kesibukan masing masing, mereka berdua jadi jarang ketemu, namun komunikasi tetap terjalin.
Rehan adalah pria yang romantis. Karna sejak mereka resmi menikah, Rehan tak pernah kehabisan akal untuk membuat Clara bahagia. Sering memberinya bunga,memberinya hadiah bahkan mengajaknya jalan jalan. Sesibuk apapun pekerjaan Rehan, dia selalu punya waktu untuk bersama Clara. Clara merasa menjadi seperti seorang ratu. Bahkan untuk pekerjaan di dapur pun, Rehan tak mengijinkan Clara melakukannya, karna sudah ada pembantu yang melakukannya. Tugas Clara hanyalah merawat dirinya sendiri. Sejak menikah, Rehan membawa Clara tinggal dirumah pemberian orang tuanya. Rumah itu adalah kado pernikahan untuk Rehan dan Clara dari orangtua Rehan.
Clara adalah wanita yang cantik. Tubuhnya langsing, kulitnya putih, memiliki mata coklat, rambut hitam ikal panjang, apalagi bibirnya membuat candu bagi Rehan. Rehan sangat mencintainya.
Setahun sudah pernikahan mereka. Bagi Rehan Clara semakin cantik. Dan seharian ini Rehan mempersiapkan kejutan lagi untuk Clara. Rehan membelikannya gaun dan heels. Sepulangnya dirumah, Clara menyambutnya di depan pintu seperti biasa. Setiap kali Clara mendengar suara mobil Rehan masuk di parkiran, Clara pasti akan berlari menuju pintu sebelum suaminya itu sampai lebih dulu. Setelah Clara membukakan pintunya, Rehan datang dan tak lupa mencium dahi kemudian pipi kemudian bibir istrinya itu. Itulah kebiasaan mereka setiap hari setelah menikah. Mereka pun masuk ke dalam rumah, lalu Rehan memberikan dua paper bag kepada Clara.
Rehan
sayang, ini buat kamu. ayo siap siap.. kita akan makan malam diluar.
Clara
hmm.. apa ini sayang?
Rehan
itu untuk kamu pakai malam ini.. kamu harus cantik sayang..
Clara
heh? tapi.. ini kayaknya terlalu seksi deh sayang..
Rehan
udah pake aja.. yang penting kan kamu pakenya untuk memyenangkan suami.. dan lagian suamimu yang suruh pake kan?
Clara
oh.. baiklah..
Clara menerima paper bag itu dan mereka pun menuju kamar. Setelah Clara selesai mandi, Rehan yang hendak masuk ke kamar mandi bergantian dengan Clara, melihat istrinya itu yang hanya mengenakan handuk menutupi tubuhnya. Rehan mengurungkan niatnya untuk mandi kemudian langsung menghampiri istrinya itu dan langsung membuka handuk yang dipakainya. Clara terkejut tapi dia lalu tertawa geli melihat suaminya itu. Clara tak malu lagi ketika suaminya melihat tubuh telanjangnya, karna mereka sudah menikah setahun, jadi Clara mulai terbiasa dengan hal itu.
Rehan mulai mencium bibir istrinya itu, awalnya hanya ciuman bibir biasa, tapi kemudian ciuman itu menjadi ciuman panas, karna Rehan mulai memasukkan lidahnya kedalam mulut Clara, dan kedua tangannya mulai meremas p******a Clara. Rehan memainkan lidahnya di dalam mulut Clara dan Clara juga meresponnya. Tangan Rehan masih bermain main di p******a Clara, Rehan melakukannya dengan sedikit kasar, karna Rehan sangat tak bisa mengontrol birahinya. Clara hanya bisa pasrah dengan perlakuan suaminya itu. walaupun Clara juga bisa merasakan kenikmatan, tapi ada kesakitan juga yang dirasakannya.
Rehan tak bisa menahan gairahnya, Dilepasnya tangannya dari p******a Clara, Diangkatnya tubuh Clara, masih dengan bibirnya dan bibir Clara menyatu, kedua kaki Clara terbuka dan sudah berada di pinggang Rehan, kedua tangannya juga sudah ada di leher Rehan. Rehan membawanya ke dalam kamar mandi, lalu disandarkannya Clara didinding, lalu Rehan mulai memasukkan juniornya di area bawah perutnya Clara, dan memaju mundurkan pinggulnya. Rehan sangat menikmati setiap bagian tubuh Clara sampai permainannya berlanjut dan mereka mencapai puncaknya bersama. Rehan tak bisa bermain lama, karna dia sangat cepat mencapai puncaknya, Clara pun terbiasa dengan hal itu. Clara tipe wanita yang tidak menuntut lebih dalam hal hal sexs, karna Clara juga tidak banyak tau soal sexs. Dia menikmati setiap sentuhan suaminya dan hanya mengikuti alurnya saja. Dan setelah selesai permainan yang dilakukan mereka, mereka pun mandi bersama. Clara pun mandi untuk kedua kalinya.
Dan selesai mandi dan mempersiapkan diri masing masing, mereka siap siap untuk makan malam di luar. Rehan sangat bangga dengan kecantikan istrinya itu. Gaun yang dibelikannya untuk Clara tadi, sangat pas ditubuhnya Clara. Gaun merah yang bagian belakangnya terbuka sampai di atas pinggangnya, dan hanya ada tali tali kecil yang menutupinya, dan panjangnya sampai dikaki Clara, tapi ada belahan di samping kanan, membuat Clara merasa tak nyaman memakainya. Tapi, Rehan hampir memarahi Clara karna merasa tidak menghargai pemberiannya, dan akhirnya Clara pun yang membujuk Rehan sampai Rehan bisa tersenyum puas kembali.
Sesampainya direstoran itu, Rehan membawanya di tempat yang sudah dipesannya. Clara kaget karna disitu sudah ada semua keluarga mereka. Orangtuanya, Carlo adiknya, orangtua Rehan, Pingkan sahabatnya, orangtua Pingkan, kakak kakak Rehan dan keluarganya, bahkan teman teman mereka berdua, dan bahkan para pembantu juga ada disitu. Clara tak bisa menahan kegembiraannya.
Rehan
happy anniversary sayang..
sambil menatap Clara kemudian mencium dahinya. Clara tak bisa menahan airmata bahagianya. Kemudian Rehan mengeluarkan kotak kecil dari saku celananya lalu diberikannya pada Clara. Clara menerimanya dan Rehan menyuruhnya untuk langsung membukanya. Setelah dibuka Clara terkejut tapi juga senang karna hadiahnya adalah sepasang kalung dan cincin yang berinisial C. Rehan lalu mengambil kalung itu dan memakaikannya pada Clara, kemudian cincin yang sangat pas di jari tengah Clara.
Clara
Trima kasih sayang.. ini sangat indah..
Rehan
sama sama sayang.. apa kamu suka?
Clara
ya..sangat suka.. i love you
Clara langsung mencium pipi suaminya itu. Dia sangat bahagia dan Rehan pun merasa puas karna bisa membuat istrinya itu bahagia.
Pesta berlanjut. semua keluarga memberi selamat untuk mereka. Keluarga juga mulai menggoda mereka dengan pertanyaan mengenai anak. Clara menanggapinya dengan santai dan membalas candaan mereka, tapi ternyata Rehan berbeda. Rehan hanya pura pura ikut tertawa tapi ternyata dia sangat tidak suka pembahasan tentang itu.
Saat itu ternyata Pingkan memperhatikan gerak gerik Rehan. Dan saat Rehan sedang mengambil minuman, Pingkan mendekatinya dan pura pura juga akan mengambil minuman.
Pingkan
kelihatannya kamu tidak suka pembicaraan mereka, heheh..
Rehan
apa maksud kamu?
Pingkan
hmm.. soal anak. apa kamu tidak ingin punya anak?
Rehan
urus saja urusanmu sendiri.. jangan ikut campur urusan orang..
Pingkan
heii.. jangan marah bro.. santai ajaalah.. hehehe...
Rehan menatap Pingkan yang sedang tertawa sambil mengambil gelas yang ada minuman. Pingkan bergaya dengan cara yang menggoda sambil memperlihatkan sedikit belahan dadanya. Rehan yang melihat gaya Pingkan sampai menelan ludahnya sendiri, karna merasa pandangannya sangat menggoda, Pingkan yang melihat itu merasa bangga lalu senyumnya melebar dan menatap Rehan. Rehan lalu tersadar dan langsung mengalihkan pandangannya lalu berjalan meninggalkan Pingkan.
Rehan lalu pergi dan bergabung kembali dengan istrinya. Pingkan mengikutinya dan berdiri disamping Clara dan memberinya selamat sambil memeluknya dan cipika cipiki.
Pingkan
HWA ya La.. semoga cepat dapat momongan..
Clara
makasih Ping.. kamu juga ya.. moga cepat nikah..
Pingkan
Hehee.. amin..
mereka pun tertawa bersama. tapi Pingkan tak berhenti curi curi pandang melihat wajah Rehan. Carlo yang saat ini berumur 13 tahun melihat dengan jelas apa yang dilakukan Pingkan sepupunya itu. Carlo merasa ada yang direncanakan Pingkan, karna Carlo tau orang seperti apa Pingkan itu. Dia sangat menyayangkan kakaknya sangat mempercayai sepupunya itu. tapi dia tak bisa berbuat apa apa, karna dia yakin suami kakaknya itu akan menjaga kakaknya karna mereka saling mencintai.
Selesai pesta itu, mereka pulang ke rumah. Rehan tak tahan lagi untuk menghabiskan malam ini dengan istrinya. mungkin dia tak akan membiarkan istrinya itu tidur sampai pagi. Yaah dan itulah yang terjadi. entah sudah berapa ronde mereka bergulat, Clara sampai heran melihat suaminya malam ini, karna Clara hampir kehabisan nafas. baru saja ingin memejamkan matanya karna lelah, suaminya itu langsung berulah lagi. clara tak bisa menolaknya karna dia juga ingin menyenangkan suaminya, dan berharap dia bisa hamil, karna orangtua mereka sudah mengharapkan cucu.
Dua bulan setelah malam anniversary itu, Clara mulai mual mual. dia juga lupa kalau ternyata dia sudah terlambat datang bulan. Pagi ini Clara baru terbangun dari tidurnya dan merasa mual. Clara berlari ke kamar mandi dan dia muntah muntah. kepalanya mulai terasa sakit. Rehan yang mendengar suara istrinya di kamar mandi langsung bangun dan menyusulnya di kamar mandi. Dilihatnya Clara sedang muntah sambil terduduk di lantai depan kloset. Tiba tiba Clara tak bisa menahan sakit kepalanya dan diapun pingsan. Dan saat itu juga, Rehan langsung bertindak. mengangkat tubuh istrinya itu lalu membawanya ke rumah sakit. selama diperjalanan, Rehan tetap memeluk istrinya itu di kursi belakang mobilnya. mobilnya di kendarai oleh sopirnya. Rehan sangat khawatir apalagi melihat wajah istrinya itu yang sangat pucat dan bibir yang sudah kering.
Akhirnya mereka pun sampai dirumah sakit. Rehan sangat khawatir karna Clara belum juga sadar. sementara Clara diperiksa dokter, Rehan menelpon orangtuanya, kemudian orangtua Clara. Dengan cepatnya mereka sampai di rumah sakit. Rehan masih menunggu dokter yang memeriksa Clara dengan gelisah. Mamanya Rehan berusaha menenangkan Rehan, begitu juga dengan mamanya Clara. Tak lama kemudian, dokter pun keluar dari tempat pemeriksaan. dengan cepat Rehan menghampiri dokter itu dan menanyakan keadaan istrinya. Dokter hanya tersenyum melihat kegelisahan mereka.
Rehan
bagaimana keadaan istri saya dok..
Dokter
tenang.. istri anda baik baik saja. dia juga sudah sadar. dia hanya butuh istirahat yang cukup.
ohya.. apa ini keluarga pasien juga?
Papanya Rehan
iya dok. kami adalah orangtuanya. jadi apa yang sebenarnya yang terjadi dengan anak kami dok?
Dokter
heheh.. tidak apa apa.. tapi saya ingin menyampaikan selamat, karna pasien sekarang dalam keadaan mengandung..
mamanya Clara
apa..? jadi anak kami sekarang hamil?
Dokter
yaa.. sekarang kandungannya sudah 8 minggu. tapi pasien harus banyak istirahat ya..
Keluarga yang mendengar itu sangat bahagia. sampai tak bisa menahan airmata bahagia mereka. Sedangkan Rehan hanya terdiam dan tak berekspresi apapun.
Dokter melanjutkan penjelasan kepada mereka, dan pasien disuruh menginap dulu karna akan memantau kondisi kandungannya. Keluarga semua setuju. Rehan hanya mengikuti keluarganya. Setelah Clara dipindahkan ke kamar pasien, orangtua Clara dan Rehan menyusulnya, Rehan juga. Mamanya Clara langsung memeluk anaknya itu. dan mengucapkan selamat atas kehamilannya. disusul mamanya Rehan, papanya Rehan lalu papanya Clara.
Rehan masih diluar membiarkan orangtua mereka yang duluan. Rehan masih tak bisa memikirkan kehamilan Clara. dia sangat belum siap untuk memiliki anak. selama menikah mereka tak pernah membahas masalah anak. Rehan merasa dia masih sangat muda untuk memiliki anak. di usianya sekarang yang masih 23 tahun, dia masih ingin menghabiskan waktu berdua dengan istrinya itu. tapi dipikirannya kenapa istrinya itu sudah hamil? kenapa dia tidak bisa mencegahnya?
masih dalam lamunannya, papanya mengagetkannya. ingin berpamitan pulang. jadi Rehan bisa masuk menemani istrinya. setelah mereka semua berpamitan, Rehan masuk ke dalam kamar pasien. dilihatnya Clara yang sedang tersenyum di tempat tidur, tangan kirinya di infus, dan tangan kanannya sedang mengusap perutnya yang masih rata. Rehan masuk dengan tatapan kosong, lalu Clara melihat suaminya itu sedang terdiam di depan pintu.
Clara
sayang..kok diam aja disitu? ayo sini dong..
Rehan kaget dan mendekati Clara. dia berjalan pelan dan duduk di kursi disamping tempat tidur Clara. Clara heran melihat suaminya yang hanya diam itu.
Clara
sayang.. kamu kenapa? Sayang.. Sayang... sayang...
Clara lalu memegang pipi Rehan, karna sudah di panggil panggilnya, Rehan hanya terdiam dan melamun. Rehan kaget saat Clara mengusap pipinya.
Rehan
ya...ya.. ada apa?
Clara
sayang.. kok diam aja sih? lagi mikirin apa heh?
Rehan
oh..ngak apa apa..
Clara yang melihat suaminya yang bertingkah aneh itu, mulai memahami sesuatu. dan dengan berani Clara bertanya.
Clara
sayang.. apa kamu tidak senang aku hamil?
Rehan menatap Clara dan berkata dalam hatinya apakah dia tau apa yang aku pikirkan?
Clara
apakah kamu belum siap punya anak?
Clara langsung meneteskan airmatanya. Rehan yang melihat itu tidak berekspresi apapun.
Clara
sayang, disini ada baby kita.. tanda bukti cinta kita sayang.. bukankah Tuhan sudah menjawab doa doa keluarga kita?
(sambil mengusap perutnya dan airmatanya mulai membanjiri pipinya)
padahal biasanya kalau Clara meneteskan airmatanya, Rehan pasti akan langsung mencium matanya dan menghapus airmatanya. tapi skarang, Rehan hanya diam dan menatapnya. tidak ada jawaban apapun dari Rehan. Clara juga tidak berkata apapun lagi. karna dari sikap diamnya Rehan, dia sudah tau apa jawabannya.
Hari ke tiga Clara di rumah sakit, Rehan tidak datang mengunjunginya, bahkan semalam dia tidak menemani Clara. biasanya dia akan menemani Clara tidur walaupun Rehan memilih tidur di sofa. jadi semalam Clara sendirian di kamar rumah sakit itu. Pagi pagi mamanya Clara datang kerumah sakit, membawa sarapan untuk Clara dan Rehan. tapi mamanya tidak melihat keberadaan Rehan disitu. Clara langsung beralasan kalau Rehan sudah pulang pagi pagi skali karna ada pekerjaan yang harus diselesaikannya. Mamanya mempercayainya. Clara langsung mengirim pesan pada Rehan, menceritakan kejadian tadi, agar kalau tiba tiba ada yang bertanya, jawaban mereka akan sama. Clara melihat kalau pesannya sudah dibaca, tapi tidak ada balasannya. Clara hanya menghela nafasnya panjang dan kemudian meletakkan kembali hp nya.
setelah selesai dokter memeriksa, dokter sudah membolehkan Clara pulang sore ini. Clara menelpon Rehan, tapi tidak diangkatnya. Clara lalu mengirim pesan padanya. "kata dokter aku boleh pulang sore ini. aku harap kamu bisa menjemputku, karna mama ada bersamaku disini. aku tidak ingin mama tau kalau kita sedang ada masalah."
setelah dilihatnya pesannya sudah dibaca, Clara meletakkan kembali hpnya. dia tau kalau Rehan pasti tidak akan membalas pesannya. mama Clara membereskan barang barang Clara, karna mereka akan pulang. sementara menunggu jemputan, mama ngobrol dengan Clara.
Mama
Nak, apa kamu baik baik saja?
Clara
hmm.. iya ma.. baik aja kok, malah udah lebih sehat.. hehehe..
Mama
kamu seperti sedang menyimpan sesuatu dari mama nak.. ada apa heh? ayo cerita..
Clara
ngak ada apa apa mama sayang.. hehehe
Mama
heh.. baiklah kalau ngak mau cerita, pokoknya selama kamu hamil, tolong jaga kesehatan kamu ya, jangan kebanyakan mikir pokoknya.. mama akan slalu ada untuk kamu..
Clara
hehehe...iya mamaku sayang...
Clara berusaha membuat dirinya tenang. tapi dalam hatinya dia ketakutan kalau sampai mamanya tau kondisi rumah tangganya beberapa hari ini.
sementara mereka masih ngobrol, Rehan tiba. Rehan lalu mengangkat barang barang dan dibawanya ke mobil. Saat Rehan akan pergi mengurus administrasinya, mama Clara ternyata sudah menyelesaikannya lebih dulu. Rehan bertrima kasih pada mertuanya itu. Saat akan masuk ke mobil, Rehan membukakan pintu mobil untuk Clara. Clara tak sengaja mencium wangi parfum yang beda dari suaminya itu. Dia seperti sangat mengenal wangi parfum ini. tapi entah milik siapa, Clara tak bisa mengingatnya. Saat sudah di dalam mobil, Clara juga melihat kalau cincin kawin suaminya tidak dipakainya. hanya meninggalkan bekas cincin dijarinya. Clara ingin bertanya tapi takut karna ada mamanya di kursi belakang.
Sesampainya dirumah, sudah ada papanya, adiknya, orangtua Rehan dan juga Pingkan sahabatnya disitu. saat giliran Pingkan yang memeluk Clara, Clara kaget mencium wangi parfum Pingkan. yaa ternyata wangi yang diciumnya dari tubuh suaminya itu sama dengan wangi parfum Pingkan. Clara yang terdiam tak terasa meneteskan airmatanya. Mertuanya yang melihatnya langsung mendekatinya dan bertanya
Mama Rehan
kamu kenapa nak? kok nangis?
Clara
oh..ngak apa apa ma.. Clara hanya senang aja, akhirnya bisa pulang ke rumah..
(sambil berusaha tertawa)
Mama Rehan
oh..mama kira ada apa.. ayo nak, sekarang kita ke dapur, makan dulu.. mama sudah bikinin sop ayam kesukaan kamu..ayo..
Clara
iya ma.. yuk.. Makasih ya mah..
Mama Rehan
iya sayang.. kamu harus sehat, supaya babynya juga sehat ya.. ada cucu mama disini kan? hehehe..
(sambil jalan sambil mengelus perut Clara)
Clara menganggukkan kepalanya sambil tersenyum. mertuanya juga tersenyum bahagia.
Selesai makan, Clara menuju ke kamarnya. saat masuk, Clara mencium wangi parfum itu lagi. Clara duduk di tempat tidurnya dan wangi parfum itu juga ada di tempat tidurnya. Clara menuju kamar mandi, dan dilihatnya ada baju lengkap wanita disitu. dibiarkan tergantung di gantungan. Clara bisa menebak milik siapa itu, karna dia kenal betul baju itu. Clara hanya bisa menangis karna dia tak tau apa yang harus dilakukannya.
Tiba tiba ada yang mengetuk pintu kamar mandinya. dipikirnya itu adalah Rehan suaminya. Clara lalu mencuci mukanya, kemudian membuka pintu. tapi ternyata itu adalah Carlo adiknya.
Clara
Carlo..? ada apa Car?
Carlo
kakak nangis?
Clara
eh.. ngak kok
Carlo
kak... kakak nangis karna apa? karna suami kakak?
Clara
hei.. kamu kenapa sih? (Clara heran melihat adiknya menatapnya marah)
Carlo
kakak jangan pernah nenangisi suami kakak itu ya.. aku ngak suka..
Clara menuju tempat tidurnya dan duduk disitu. Clara menahan airmatanya karna masih mencium wangi parfum itu. Clara tak bisa membayangkan apa yang mereka lakukan dikamarnya ini. Clara berusaha bersikap tenang. Adiknya mengikutinya dan duduk di sofa yang ada di dalam kamar itu.
Clara
kamu kenapa sih?
Carlo
kak.. kakak ngak sadar kalau sepupu kita itu punya maksud jahat sama kakak? dari dulu loh kak..
Clara
kakak ngak ngerti deh kamu ngomong apa..
Carlo
kak.. demi kebaikan kakak.. ngak usah deket deket sama pelakor itu.. aku benci dia.. dariiii duluuuu.. dulu dia ngak bisa menggoda papa, tapi skarang dia berhasil menggoda suami kakak...
Clara
Carlo.. kamu bicara apa heh?
Carlo
aku yakin kakak bukan orang bodoh yang ngak tau apa apa.. kakak pasti sudah tau kalau pelakor itu bersama kak Rehan kan.. Aku bicara begini karna aku melihat dengan mata kepalaku sendiri kak.. pelakor itu berusaha menggoda kak Rehan sejak kemarin, dia datang ke rumah ini sendiri, dan akhirnya dia bisa tidur disini semalam, kak Rehan juga ngak ke rumah sakit kan? kakak tau? sejak kakak nginap dirumah sakit, aku menaruh kamera kecil di ruang tamu kakak, aku bisa melihat siapa yang datang dan pergi dari rumah ini. para pembantu ngak akan mungkin ngaduin perbuatan kak Rehan pada kakak, karna kalau sampai mereka melapor, mereka akan dipecat.
Clara tak bisa menahan airmatanya. hatinya sangat sakit, apalagi adiknya menunjukkan video dari laptapnya.dia bisa melihat Rehan yang dingin bisa dicairkan oleh Pingkan. Pingkan benar benar menggodanya. bahkan ruang tamu rumahnya menjadi saksi awal dari perbuatan mereka. Rehan benar benar melupakan Clara sejak saat itu. bahkan setelah malam hari, saat Rehan akan berangkat ke rumah sakit, Pingkan datang lagi dan mulai menggodanya lagi. Pingkan menarik tangan Rehan dan berjalan menuju kamar Rehan dan Clara. Clara sangat sakit hati dan tidak ingin melihat kelanjutan video itu. Clara hanya bisa menangis saat itu. Carlo mendekati kakaknya itu dan memeluknya.
Carlo
kak.. bersabarlah dan kuatkan hatimu kak... dan kumohon.. jangan menangisi mereka berdua.. aku benci mereka.. bertahanlah demi bayi kakak.. aku janji akan menemani kakak.. aku akan membantu menjaga bayi kakak.. ada aku, mama dan papa juga kan kak...
Clara masih menangis dan menganggukkan kepalanya. Clara berpikir kata kata adiknya ada benarnya. Dia harus kuat apapun yang terjadi.
Clara
Car, bisa minta tolong panggilkan bibi untuk membersihkan kamar ini dan kamar mandinya? kakak juga ingin sepreinya di ganti.
Carlo
ya.. tentu kak..
Carlo pergi memanggil bibi, dan Clara mengambil baju gantinya dan memilih mandi di kamar mandi dapur di lantai bawah. Mertuanya bingung melihat menantunya itu menuju kamar mandi dapur. dan melihat bibi menuju kamar menantunya. orangtua Rehan dan orangtua Clara masih duduk diruang tamu, sedangkan Rehan ada di ruang kerjanya. Pingkan sedang duduk di teras sambil memainkan hpnya. setelah Carlo memanggil bibi, Carlo pergi duduk bersama orangtuanya.
Mama Rehan
Car, kakakmu kenapa mandi di belakang?
Carlo
oh.. itu.. kakak menyuruh bibi membersihkan kamar dan kamar mandi kakak, kata kakak baunya ngak enak.. kayak ada bau bau busuk gitu...
Carlo berbicara agak kuat, harapannya Pingkan bisa mendengarnya.
Mama Rehan
ooh.. hehehe.. emang gitu ya kalo hamil.. mulai sensitif dengan bau bauan.. heheheh
Mama Clara
heheheh..iya ya.. hehehe..
mereka pun tertawa bersama. Pingkan yang duduk diteras bisa mendengar percakapan mereka. Pingkan lalu teringat bajunya yang di kamar mandi. "omg..bajuku..heh..apa yang harus aku jelaskan pada Clara soal itu? mampus deh" Pingkan lalu mengirimi pesan pada Rehan.
Pingkan : beb,bajuku semalam lupa aku ambil dari kamar mandimu, gimana nih?
Rehan : tenang aja
Pingkan : beb, aku dengar Clara tadi menyuruh bibi membersihkan kamar dan kamar mandimu, skarang dia lagi mandi di kamar mandi dapur.
Rehan kaget dan langsung berdiri dari kursinya dan berjalan cepat menuju kamarnya. dengan setengah berlari menuju kamarnya di lantai dua, dan saat dilihatnya bibi sedang mengganti sepreinya. dia menuju kamar mandi dan dilihatnya baju Pingkan sudah ada di keranjang tempat pakaian kotor.
Rehan
bi, nyonya mana?
Bibi
Lagi mandi di bawah tuan..
Rehan menatap tajam pada bibi, dan bibi langsung mengerti.
Bibi
saya ngak ngomong apa apa tuan.. sumpah.. tadi adik nyonya yang manggil saya, katanya disuruh nyonya bersihkan kamar ini dan disuruh mengganti sepreinya..
Rehan melihat kejujuran dimata bibi, jadi Rehan pergi menuju dapur dan menunggu Clara sampai selesai mandi. Saat Clara selesai dan keluar dari kamar mandi, Clara terkejut karna Rehan sudah berdiri di depan pintu kamar mandi. Clara sudah bisa menebak apa tujuan Rehan menunggunya.
sebelum Rehan berkata apapun, Clara lebih dulu berbicara dengan setengah berbisik, agar keluarganya yang sedang duduk diruang tamu tidak mendengarnya.
Clara
eh.. ada apa?
Rehan menatap tajam Clara tanpa berkata apapun.
Clara
Ooh.. apa masalah baju yang di kamar mandi kita? Hehehe.. santai aja dulu, kita akan bicarakan ini setelah orangtua kita pulang, okey?
Clara berjalan menuju dapur untuk mengambil minum. Rehan menatap Clara dalam diam. dia bisa melihat Clara menarik dan membuang nafasnya panjang. Rehan sedih melihat istrinya itu, ingin rasanya dia memeluknya dan menenangkannya, karna dia tau istrinya itu sangat membutuhkan dukungannya dan perhatiannya. tapi saat Clara berbalik dan Rehan melihat ke arah perut Clara, Rehan kembali bersikap dingin. dia kemudian kembali ke ruang kerjanya. sedangkan Clara berjalan menuju ruang tamu dan berkumpul bersama keluarganya.
Setelah semuanya pulang, Pingkan juga sudah pulang diantar sopirnya Rehan. Tinggal Rehan dan Clara yang duduk diruang tamu. Clara memulai perbincangan mereka.
Clara
jadi.. apa ada yang ingin kamu jelaskan disini?
Rehan menatap Clara. Clara juga balas menatapnya. Rehan seperti ragu ingin bercerita, tapi dia melihat Clara menunggu penjelasan darinya.
Clara
apa kamu masih mencintaiku?
Rehan
heh..?
Clara
Apa kamu sudah bosan denganku?
Rehan
apa maksudmu heh?
Clara
tidak usah berpura pura Rehan,
tapi kenapa harus dia heh? apa tidak ada wanita lain didunia ini?
Rehan
dia yang menggodaku lebih dulu.. dan aku..
Clara
dan kamu... tak tahan dengan godaannya? begitu???
Rehan
yaa.. dia sangat menggoda dan bisa membuat stresku hilang.. dan..
Clara
Dan kamu sama skali tidak memikirkanku? aku masih di rumah sakit Re.. dan kamu... dan kamu berbuat dosa dengannya, kalian melakukannya juga dirumah kita? melakukannya disini, dan dikamar kita..??? (Clara tak bisa menahan tangisannya)
Rehan
Maafkan aku.. aku mohon maafkan aku sayang.. (Rehan pindah duduk disamping Clara, tapi Clara menjauhinya)
Clara
heh.. sayang? bahkan kamu masih memanggilku sayang? apa kamu benar benar masih sayang padaku heh? (tangisan Clara makin pecah)
Rehan terdiam dan tak kuasa menatap wajah Clara. Rehan tak tau akan berkata apalagi.
Clara
aku hanya ingin tanya satu hal padamu skarang..
akhirnya Rehan menatap Clara.
Clara
apa kamu menginginkan bayi ini atau tidak?
Rehan
Tidak.. aku tidak mau.. ma..mak..maksudku... aku tidak ingin bayi ini skarang. aku belum siap La.. aku masih ingin menikmati waktu berdua kita.. kita masih muda.. aku masih menginginkanmu La..aku belum ingin ada yang mengganggu kebersamaan kita, pasti waktu berdua kita akan berkurang kalau kita punya anak, aku tidak ingin perhatianmu padaku teralihkan dengan kamu mengurus anak.. aku juga tidak ingin tubuhmu rusak gara gara kamu....
Rehan tak meneruskan kata katanya karna melihat tatapan sedih Clara, airmata Clara mengalir dan membasahi pipinya. Rehan tau pasti kata katanya telah menyakiti perasaan Clara.
Clara
tega kamu Re.. jadi selama ini kamu hanya mencintai tubuhku saja?
Rehan
Maafkan aku La.. aku mencintaimu.. sangat mencintaimu.....
Clara
cukup.. kamu bilang mencintaiku tapi kamu masih bisa tergoda dengan perempuan lain? apa itu yang namanya cinta heh?
sudah..cukup..aku sudah tau maksud dari kata katamu.
tapi ijinkan aku melahirkan anakku, dan aku hanya ingin pengakuan darimu. suka atau tidaknya kamu pada anakku ini, kamu tetaplah ayahnya. dan jika kamu ingin berpisah dariku.... silahkan...
Dengan berat hati Clara mengatakan itu. Dia juga tidak bisa menerima suaminya telah berbuat dosa dengan sepupunya.
Setelah Clara mengatakan itu, Clara berdiri dan berjalan menuju kamarnya. Clara meninggalkan Rehan yang masih terdiam di tempat duduknya. Sesampainya di tempat tidurnya, Clara masih menangis. dia tak bisa memikirkan dirinya jika akan berpisah dengan suaminya. dan sejak malam itu, Rehan memilih tidur di kamar tamu di lantai bawah. Rehan tak mau sekamar lagi dengan Clara.
Kehamilan Clara sudah berjalan empat bulan. Rehan sudah mulai jarang dirumah. Alasannya pekerjaannya sangat menyita waktunya. Dia bahkan berhari hari tidak pulang ke rumah karna ada urusan bisnis diluar kota. Clara hanya bisa pasrah dan menerimanya. selama kehamilannya, tak pernah sekalipun Rehan menyentuhnya lagi. Tapi Rehan menghabiskan waktunya dengan Pingkan. kemanapun Rehan pergi, pasti Pingkan ikut dengannya.
Bahkan saat Clara melahirkan, Rehan ada di Balikpapan Kaltim bersama dengan Pingkan. Untungnya ada mamanya Clara dan mertuanya yang menjaganya, jadi Clara merasa tidak sendiri.
Mertua Clara, mama Dewi, sampai tidak habis pikir, kenapa anaknya meninggalkan istrinya disaat seperti ini. Tapi mama Dewi bersyukur, karna menantunya ini tidak banyak menuntut.
Mamanya Clara, mama Eva, sejak suami anaknya jarang dirumah, mama Eva pasti akan slalu menjaga Clara. Sebenarnya mama Eva juga mulai curiga dengan sikap menantunya itu, tapi semuanya itu disimpannya. Dalam pikiran mama, Kalaupun memang kecurigaan mama benar, pasti satu waktu akan terbongkar juga. Dan memang, Clara tak pernah menceritakan masalahnya dengan suaminya itu, apalagi tentang Pingkan.
Clara akhirnya melahirkan bayi laki-laki. Dia memilih melahirkan di rumah aja, karna ada bidan yang menanganinya. Dan karna kata bu bidan kandungan Clara sehat, jadi dia pasti bisa melahirkan di rumah saja. Bayi itu diberinya nama Alfa Prayoga.
Perjalanan rumah tangga Clara dan Rehan berjalan biasa tanpa ada rasa cinta lagi diantara mereka. Clara bertahan dengan keadaan suaminya yang tidak mempedulikannya. Suaminya kadang nanti pulang saat dia lagi mabuk berat dan diantar taxi ke rumah.
Tidak ada lagi perhatian, apalagi perhatian pada anaknya, suaminya bahkan tidak peduli apapun tentang anaknya. Clara hanya bisa bersabar. Tentang Pingkan,Clara tidak ingin mau tau lagi apapun tentang Pingkan,tapi dengan orangtua Pingkan, Clara tetap menjaga hubungan kekeluargaan.
Setelah bayi Alfa sebulan, Clara mengingatkan Rehan soal perbincangan terakhir mereka.
Clara
aku ingin bicara
Rehan
Silahkan
Clara
ayo berpisah...
Rehan
Tidak. tidak ada perpisahan apalagi perceraian. Orangtuaku akan marah padaku jika kita bercerai.
Clara
kita tidak akan mungkin seperti ini terus kan? ceraikan aku dan kamu bisa menikah dengan wanita itu.
Rehan
Tidak.
Clara
nanti aku yang akan bicara dengan orangtua kita.
Rehan
sudah ku bilang tidak.. apa kamu tuli? aku tidak akan bercerai. titik.
Rehan kemudian pergi dan meninggalkan Clara yang masih terdiam. Clara masih tak percaya Rehan masih ingin mempertahankan pernikahan mereka. Jadi Clara masih berharap, semoga Rehan bisa berubah dan akan meninggalkan pelakor itu.
Tapi hari berganti hari, bulan berganti bulan, Rehan masih menjadi orang yang sama dinginnya. Dia masih memilih pisah kamar dengannya. Nanti disaat Rehan pulang dengan keadaan mabuk, Rehan baru ingin tidur sekamar dengan Clara. Dan jika Clara menolak, pasti Rehan akan mengasarinya. Bahkan sering ditubuh Clara banyak memarnya. Rehan pasti memaksa Clara untuk melayaninya sesuai dengan kemauannya. Clara sampai tak bisa berbuat apa apa. Rehan sudah berubah menjadi laki laki yang kasar, bahkan sangat sangat kasar.
Clara sampai hamil untuk kedua kalinya, karna Clara lupa meminum obatnya saat Rehan pulang lagi dalam keadaan mabuk. Dan saat Clara memberitahu Rehan bahwa dia hamil lagi, Rehan memakinya dan mengatakan kalau itu bukan anaknya.
Clara sangat terpukul dengan perkataan suaminya itu, tapi Clara hanya memilih menangis dalam diam.
Alfa skarang berusia enam tahun, dan Clara akan melahirkan anak keduanya. Clara melahirkan dirumah sakit, karna kondisinya lemah akibat kebanyakan stres. proses melahirkannya adalah vakum. karna Clara nyaris kehabisan kekuatan saat bayinya akan lahir. Clara melahirkan bayi perempuan yang sehat, dan bayinya diberinya nama Mutiara Prayoga.
Sejak Clara melahirkan Rehan tak ada di rumah. sampai bayinya tiga bulan, Rehan baru pulang ke rumah. alasannya adalah pekerjaannya di Batam sangat menyita waktunya, sampai tak bisa ditinggalkannya.
Clara sudah terbiasa dengan suasana ini. jadi dia memilih diam jika orangtuanya bertanya tentang suaminya. Carlo adiknya Clara yang skarang sudah berumur 19 tahun, sudah paham betul dengan keadaan kakaknya. Carlo yang skarang sedang kuliah sambil berbisnis bersama ayahnya, tidak pernah melupakan janjinya pada kakaknya, yaitu akan membantu menjaga Alfa. Apalagi skarang sudah ada adiknya Alfa yaitu Mutiara. Carlo sangat bangga pada kakaknya. yang walaupun hatinya tersakiti oleh suaminya dan sepupunya sendiri, tapi kakaknya masih bertahan dengan keadaannya, karna dia tau sumber kekuatan kakaknya itu berasal dari Alfa dan Mutiara.
Rehan tetap menjadi suami yang tidak bertanggung jawab. tidak pernah menafkahi anak anaknya, dan tidak pernah lagi menafkahi istrinya. hal itu terjadi sejak Clara hamil anak pertamanya Alfa. Clara bertahan dengan status istri hanya status dalam kertas, bukan status istri di dunia nyatanya. Hati Clara sudah tertutup untuk Rehan. karna hari itu, tepat diacara ulang tahun Alfa anaknya, Pingkan dengan terang terangan mengatakan bahwa dia dan Rehan sudah saling mencintai dan saling memiliki. Clara hanyalah tempat pulang rumahnya saja. Clara bagi Rehan hanyalah istri didepan keluarganya, bukan istri dihatinya. Dan sejak hari itu, hati Clara benar benar tertutup. tidak ada lagi cinta dan sayangnya untuk Rehan. Dan alasan mengapa Clara bertahan sampai hari ini, karna Clara ingin anak anaknya hidup dengan keluarga yang utuh, walaupun tak ada cinta ayah diantara mereka, dia tidak ingin anak anaknya membenci ayahnya dan berharap Rehan akan mengakui anak anaknya dan bisa memberi perhatian dan menyayangi mereka.