Pertemuan Terakhir

3479 Kata

  MAMA mengetuk pintu kamarku sambil bertanya apa kiranya yang terjadi. Ia khawatir, aku pulang dengan mata sembab dan langsung menghambur menuju kamar. Semalaman ini aku menghabiskan air mataku. Aku pikir, esok pagi mataku berubah mengerikan seperti zombi. Tak mungkin aku ke kantor dengan mata bengkak memerah. Peduli setan, yang kuinginkan hanya menangis sampai aku puas. Sampai aku puas!!! “Ras, kamu kenapa toh, Nduk? Sini, cerita sama Mama.” Pintu terus diketuk dan tetap tak kuhiraukan. Beginikah sakitnya Amba ketika ditolak Resi Bhisma? Harusnya aku tidak terlalu memberikan hatiku sepenuhnya pada seseorang. Harusnya aku sisakan sedikit agar aku tak dibikin begini sakitnya. Tetapi aku sadar bahwa seseorang tak akan perhitungan dengan hatinya saat ia jatuh cinta. Ia akan memberikannya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN