Bunuh diri

2266 Kata

Sampai di kosan, aku sedikit heran. Tak biasanya kosan ramai begini, tapi malam ini ramai sekali. Kulangkahkan kaki semakin dekat dan sumber keriuhan itu berasal dari kamarku. Rupanya, beberapa penghuni kos tengah berkumpul di kamarku sedang yang menjadi pusat perhatiannya adalah Zaki. Ah, putraku rupanya jadi primadona di sini. Melihat itu, segala lelah dan resah sirna sudah. "Assallamualaikum!" salamku dari teras membuat semua yang tengah berkumpul menoleh dan menjawab salamku bersamaan. "Tuh, Ibu pulang!" beritahu Budhe pada Zaki sembari menunjukku. Zaki turut menatapku dengan senyum lebar memperlihatkan dua giginya yang baru tumbuh, kedua tangannya bergerak seperti bertepuk tangan seolah menyambutku. Ya Allah rasanya adem sekali hati ini. Kubersihkan diri lebih dulu sebelum mengam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN