Surat Linda

1963 Kata

Seketika tubuhku bergetar hebat, benarkah yang kudengar ini? Allah ... Linda? Ada apa ini? "Be-benarkah, Mbak?" gagapku menatap Mbak Nurul dan Mbak Yesi bergantian. Mereka mengangguk pasti. "Tadi, dia nyariin kamu ke kantin, lalu dia titip ini." ujar Mbak Nurul lalu menyerahkan kertas yang kutebak adalah surat. Tanganku bergetar menerima kertas itu, benarkah Linda sudah merencanakan kejadian ini? Air mata seketika tumpah begitu saja, lepas dari hubungan Linda dengan Mas Bagus di belakangku, dia adalah temanku sejak awal masuk ke pabrik ini. Meski tidak bisa dibilang teman dekat, tetapi hubungan kami baik selama ini selayaknya teman. Ingin kubuka kertas itu sekarang, tapi Mbak Nurul melarangnya. Karena pekerjaan kami menanti dan bel sudah berbunyi sejak 10 menit yang lalu. Kami gegas ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN