"Pak, kata Lek Tri, biaya perceraian Indri Bapak yang tanggung. Benar, Pak?" tanyaku pada Bapak usai kami makan malam. Bapak yang tengah memangku Zaki pun menoleh, "kenapa memang?" tanyanya. "Bapak uang dari mana? Indri yakin biayanya gak sedikit, Pak." tanyaku pelan, tak ingin membuat Bapak tersinggung. "Sudah, Nduk. Yang penting, statusmu segera jelas. Masalah uang, kami masih punya simpanan." sela Emak ikut bersuara. "Mak, Pak, Indri sudah terlalu banyak nyusahin kalian. Masa, masih juga harus menguras simpanan kalian untuk kepentingan Indri." cegahku penuh sesal. "Nduk, anak Emak cuma kamu sama adikmu, Edi. Sekarang ini, kamu yang lebih membutuhkan sokongan kami. Masa iya, kami mau diam saja." sahut Emak. "Mak, tapi Indri, kan, sudah kerja. Punya pemasukan meski tak banyak." bant

