Lumpuh

1420 Kata

Matahari sudah tenggelam dan terlelap dalam peraduan. Ami dan Mbak Ina juga sudah pulang ke rumah masing-masing. Kini hanya tinggal aku seorang diri. Terasa sepi jika sendiri. Kutatap halaman yang sudah mulai di pondasi. Tempat itu yang nantinya akan ku gunakan untuk menjahit. Tentu ada pintu yang menyambungkan tempat menjahit dan rumah. Bila malam ingin menjahit pun aku tak perlu keluar rumah. Cukup membuka pintu di antara ruangan saja. Kriiingg.... Suara panggilan video masuk terdengar sampai ke teras. Aku segera melangkah mendekati benda pipih yang berbunyi nyaring itu. Senyum merekah saat melihat siapa yang menelepon. "Assalamu'alaikum," salam seseorang yang sangat ku rindu. "Wa'alaikumsalam sayang. Diana sedang apa?" Mataku mulai berambun saat melihat pipi putriku yang mula

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN