Aku hembuskan napas kasar. Kesal. Apa susahnya menunggu barang sebentar. Tinggal satu pola lagi dan semua selesai. Namun diganggu teriakan kakakku. Aku berjalan sambil menghentakkan kaki. Seketika mulutku terbuka lebar melihat tamu yang datang. Kututup mata dengan kedua tangan berharap ini hanya mimpi belaka. Dan saat membuka mata sebuah spanduk bertuliskan "WULAN, MAU KAH MENIKAH DENGANKU? MENJADI IBU UNTUK DIANA, NAURA DAN ANAK-ANAK KITA" hilang seketika. Tapi sayang, saat membuka mata, tulisan itu masih menempel di mobil Mas Bagus. Bahkan semakin terlihat jelas. Ya Allah, mimpi apa aku semalam? Hingga Mas Bagus datang dengan spanduknya. Apa dia tak memiliki urat malu? Apa dia tak takut reputasinya akan hancur karena spanduk? Saat ini justru reputasiku yang akan hancur. Bagaim

