Pov Wulan Suara motor milikku semakin terdengar jelas. Dan benar saja, ibu dan Mas Rudi sudah pulang dari pasar. Wajah ibu terlihat masam saat melihatku dan Mas Bagus duduk bersebelahan. "Ini alasan kamu menolak permintaan ibu untuk rujuk dengan Wahyu?" Aku melongo mendengar ucapan mantan ibu mertua. Alasan menolak Mas Wahyu? Apa aku tak salah dengar? Jelas-jelas semua karena tingkah putranya. "Maaf, maksud ibu apa ya? Saya dan Mas Bagus tidak ada hubungan apa-apa. Dia memesak gamis untuk putrinya,Naura." "Tapi kenapa duduknya bersebelahan dengan kamu?" "Sudah, bu, jangan memperkeruh suasana. Tidak enak jika tetangga tahu. Lagi pula Wulan bebas bersama siapa saja. Dia sudah bukan istri Wahyu lagi. Harusnya itu tidak boleh berkata seperti itu." Mas Rudi mengelus pelan pundak ibu. M

