Sesuai janji Kenaan tadi pada Nabila, selepas pekerjaannya selesai Kenaan langsung pergi ke rumah Nabila. Sebelum pergi, ia terlebih dahulu menelepon Nabila. Menanyakan apakah dia masih berada di rumah sakit atau sudah pulang. Dan dia mengatakan kalau dia sudah pulang ke rumah satu jam yang lalu. Kenaan turun dari mobil, menatap pintu rumah Nabila yang sedikit terbuka. Ia merasa keluarga tiri Nabila sedang berada di rumah. Walau ragu, Kenaan tetap melangkahkan kakinya menuju pintu utama rumah Nabila. Di tangannya sudah ada kantung Kresek berwarna putih pekat, berisikan buah-buahan, roti dan s**u kotak berukuran 1 liter. Tepat di depan pintu, Kenaan menghentikan langkahnya. Tangannya terulur memencet bel rumah Nabila sampai berulang kali. Tak ada sahutan atau respons apa pun. Kenaan ber

