25. Emak Zahra

1121 Kata

Setelah menghabiskan bubur ayam, Nabila langsung kembali ke rumah. Pikiran yang biasanya terfokus pada Regar kini beralih pada Kenaan. Seumur hidup, ia belum pernah menyesal sampai seperti ini. Berkali-kali, Nabila mengecek Handphone, berharap kalau Kenaan akan meneleponnya. Bukannya Nabila ingin pergi jalan-jalan bersama Kenaan tapi—Nabila merasa Kenaan marah padanya. Tidak ingin berlarut-larut dalam penyesalan, ia merebahkan tubuhnya di kasur halus nan lembut miliknya. Detikan jam dinding dan dengungan AC seakan menjadi fokus utama pendengaran Nabila. Kelopak matanya tertutup perlahan. Saat menutup mata, Nabila menemukan sesosok Kenaan. Ia berdecak kesal kemudian bangun dari posisi tidurannya. "Astaga Nabila! Udah atuh jangan terlalu kayak gini. Bisa-bisa kamu gila!" cetus Nabila samb

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN