"Aku nggak bisa ceraiin Alia, Na. Karierku ada di tangannya, aku bisa dipecat jika sampai aku nyeraiin dia. Bukan cuma karier, seluruh asetku ada di tangannya. Semuanya tanpa terkecuali." Mendengar apa yang dikatakan oleh Dwika membuat Nana ternganga tidak percaya. Sama sekali tidak Nana sangka jika perempuan macam Alia jauh lebih pintar dari perkiraannya. Selama ini Nana tahu jika keuangan sepenuhnya di atur Dwika, Alia hanya sekedar di beri uang pegangan rumah, itu sebabnya Nana merasa di atas awan saat bisa menaklukan Dwika usai melewati banyak lika liku yang tidak mudah, tapi lihatlah, saat mendengar segala hal yang dimiliki Dwika kini di kuasai oleh Alia apalagi perceraian sampai bisa mengancam karier Dwika, Nana merasa jika istri sah dari sahabatnya tersebut lebih berbahaya daripada

