"Al, maaf ya lagi-lagi Abang harus ngecewain kamu. Maaf karena Abang nggak bisa berjuang untuk mendapatkan permohonan maaf darimu lagi." Awalnya Alia tidak menjawab, bukan karena apa, Alia terlalu terkejut dengan permintaan maaf yang menggantung tersebut, sampai akhirnya Alia hanya berdesis sinis. Indahnya pemandangan senja nyatanya tidak meluluhkan hati Alia yang kembali tercubit oleh rasa kecewa. "Nggak heran kok kalau Abang bosan berjuang demi maaf dari Alia, toh sejak awal Abang memang nggak cinta sama Alia. Dimata Abang, Alia hanya sekedar pelarian, penghiburan atas luka Abang, dan sedikit naik tingkat menjadi ibu dari anak Abang. Kalau Abang nggak bisa berjuang demi maaf lagi, nggak apa-apa, Bang. Serius ng........" "Abang harus berangkat ke Lebanon, Dek. Dua hari lagi Abang beran

