"Kembalikan semua uangku yang kamu pegang, Alia. Semuanya, tanpa terkecuali. Aku ingin menceraikanmu." Empat bulan penuh aku tidak bertemu dengan Bang Dwika, berusaha melupakan segala hal yang dia lakukan dan kenyataan jika dia tidak peduli sama sekali denganku, sungguh aku berusaha keras agar semua ingatan menyakitkan tentangnya dapat aku lupakan, tapi lihatlah, saat kami kembali bertemu, tanpa ada sapaan atau apapun itu, Bang Dwika menodongku dengan sebuah perintah. Tangannya terulur ke arahku meminta apa yang sebelumnya aku ambil darinya, sesuatu yang jelas itu adalah hakku dan putraku, lengkap dengan tatapan benci. Ya, kata benci saja tidak cukup untuk menggambarkan bagaimana pandangan Bang Dwika kepadaku, dimatanya sekarang mungkin aku tampak seperti sampah yang menjijikkan. Di saa

