Pacaran

1314 Kata
Sampai di mall, Nick dan Giana langsung mencari makan. Mereka berjalan santai sambil bergandengan tangan mencari makanan. Mereka akhirnya memutuskan pergi ke foodcourt, disana Giana memilih makan nasi rawon sedangkan Nick memilih nasi soto. Sambil menunggu mereka juga memesan jus beserta air mineral. Giana memilih duduk di dekat tempat permainan anak-anak. Sambil menunggu Nick dan Giana mengobrol sambil sesekali memperhatikan anak-anak yang sedang bermain. Giana sangat suka anak-anak, semua anak kecil dia anggap lucu. Nick mengambil makanan mereka yang sudah siap. Mereka makan sambil bertukar makanan, Giana mencoba soto daging yang dipesan Nick dan Nick mencoba rawon yang dipesan Giana. Dari awal pacaran mereka memang suka sekali mencoba makanan pasangannya. Makanya Nick dan Giana tidak pernah pesan makanan yang sama. Selesai makan mereka naik ke lantai atas untuk melihat film apa yang sedang diputar di bioskop. Ternyata tidak ada film yang Giana sukai, Nick pun tidak ingin menonton setelah melihat daftar film yang sedang diputar. "Filmnya ga ada yang bagus, kamu mau kemana sayang?" tanya Nick "Iya nih, enaknya kemana yah?" "Kamu mau kemana? Toko buku? Belanja? Atau kamu mau jalan kemana?" "Jalan kemana lagi, macet nanti cape dijalan." "Iya aku ikut kamu aja mau kemana." "Hmm... kamu mau main di tempat tadi ga?" "Kamu mau main? Mandi bola?" "Yee... enak aja! Ga mandi bola juga Nick. Kita main permainan lain yaa... yaaa..." "Iyaaa... kamu mandi bola juga boleh kok." "Ngaco kamu." ucap Giana sambil mencubit tangan Nick. "Aduh... duh... sakit. Lagi doonng...!" "Udah ah... ayoo maiinn." "Ya ayo, ini juga dah mau sampe. Aku isi kartu dulu ya, kamu jangan jauh-jauh." Nick tetap menggandeng tangan Giana. "Iyaa... gimana jauh, tanganku aja digandeng." "Heehee..." Setelah mengisi kartu, Nick dan Giana larut dalam permainan. Mereka main basket, tembak-tembakan, balap mobil, lempar bola sampai capit boneka. Mereka mendapat banyak boneka dari hasil main mesin capit, sampai Nick penasaran dengan boneka yang besar. Nick mendapatkan boneka besarnya, Giana sampai memeluk Nick karena senang. Nick yang dipeluk balas memeluk Giana sampai Giana sadar dia masih di tempat permainan anak-anak. Nick dan Giana dapat 2 boneka besar dan mendapat tatapan iri anak-anak kecil yang sedang berada disitu. Giana meminta ijin pada Nick untuk membagikan boneka kecil yang didapat dan Nick mengijinkan. Ketika boneka kecil habis dibagikan, datanglah satu anak yang menangis minta boneka besar yang dipeluk Giana. Nick tidak mengijinkan jadi Giana meminta maaf pada anak tersebut dan membuat sang anak menangis semakin kencang. Giana membujuk Nick tapi Nick tidak mengijinkan juga. Akhirnya Nick main capit boneka ukuran sedang yang ada didepannya dan beruntung bonekanya bisa didapatkan, kemudian Nick memberikannya pada anak kecil yang menangis daritadi. Sudah diberikan boneka ukuran sedang pun tangisnya tidak berhenti, dia tetap ingin boneka yang dipegang Giana. Nick yang tidak suka dengan kelakuan orangtuanya yang mendukung sang anak untuk memaksa Giana memberikan bonekanya akhirnya menggandeng Giana meninggalkan area permainan sambil sedikit menasehati orangtua sang anak. "Maaf ya Bu, ini boneka yang saya ambil dan ingin saya berikan pada pacar saya. Saya sudah berikan anak ibu boneka yang cukup besar juga, jadi tolong jangan memaksa." "Ah si mas nya gitu aja pelit. Lagian udah gede juga mainan boneka buat apa. Anak saya sampe nangis mau boneka itu kok ga dikasih." "Kalau anak ibu mau boneka besar ya silahkan capit sendiri. Ini boneka saya yang capit jadi hak saya mau saya berikan pada siapa. Ibu harusnya mengajarkan anak ibu untuk berusaha bukan meminta dengan memaksa." "Ya daritadi juga anak saya lagi usaha minta boneka sama mbak nya. Mas nya aja yang pelit." Mendengar ocehan ibu dari anak yang menangis membuat Nick jadi marah. Dia tidak mempedulikan lagi ocehan sang ibu, Nick langsung pergi sambil menggandeng Giana. Dan tidak lupa 2 boneka besarnya tetap Nick bawa dan tidak ketinggalan boneka sedang yang tadinya akan diberikan justru Nick bawa dan dia berikan kepada anak kecil yang ada di resto depan arena permainan tersebut. Orang-orang yang melihat kejadian tersebut justru mendukung Nick. "Bagus mas, bawa aja bonekanya." "Iya bener, udah dikasih bukan bersyukur." "Malah marah-marah lagi si ibu." "Aneh si ibu." "Belajar bersyukur Bu." "Anak saya juga dikasih yang kecil, bersyukur aja Bu." "Bukan terima kasih." "Kasian anaknya punya ibu gitu amat ya." Banyak ucapan yang diarahkan pada sang ibu yang tidak bersyukur dan justru memarahi anaknya yang makin menangis. Setelah jauh dari tempat permainan, Giana menarik Nick untuk berjalan pelan. "Udah yaa... jangan marah. Kasian anak tadi, anaknya ga salah." "Ya tapi Naa... anaknya kalau diajarin ga bener ya sampe gede nanti ga bener. Masa maksa orang bilangnya usaha. Rumus darimana itu." "Iya... iyaaaaa... udah yaa, jangan marah lagi. Kita minum coklat hangat aja yuk." "Iyaa... aku ga marah. Maaf ya Naaa." "Ya dah... tuh didepan cafenya. Duduk yuk. Aku pesenin yaa." "Eh... ga ada. Kamu duduk aja, aku yang pesen. Kamu coklat hangat aja? Mau roti?" "Ga usah... aku minum aja. Aku duduk situ ya." "Oke, aku pesen dulu ya." Giana memilih duduk di sofa karena ada 2 boneka yang perlu duduk juga. Hehee... Nick datang membawa 2 coklat hangat. Melihat 2 boneka duduk di sofa sebelah Giana, Nick memindahkan bonekanya ke sofa depan Giana. Kemudian Nick duduk sebelah Giana. "Aku juga mau duduk sebelah kamu, masa bonekanya yang duduk sebelah kamu." Nick merajuk sambil mengacak rambut Giana. "Ya ampun... sama boneka aja ngambek." "Aku kan kangen Naa... 3 minggu loh kita ga ketemu. Kamu aja sampe dikurung di ruangan, belum lagi pulang kerja temen kamu tidur di mess juga. Sabtu aku repot urus ND Creative, minggu aku ga tega ganggu kamu. Kamu ga kangen yaa??" "Kangen lah. Tapi kan ga usah ngambek juga sama boneka." ucap Giana sambil mencubit pipi Nick. "Iyaa... iyaaaaa... kamu gimana Naa? Cape ga ngurus audit kemaren? Aku ga tega loh kalian sampe dikurung gitu." "Ya cape pasti tapi sekarang jadi lebih rapi data sama file nya juga. Kedepannya pasti bisa kerja lebih efisien. Sebenernya dikurung di ruangan ya ga masalah juga, malah jadi lebih cepat kelar juga kan. Kalo ga dikurung pasti sekarang masih belum kelar karena banyak berkas yang ga ada." "Iya syukur deh satu masalah udah kelar. Mudah-mudahan kedepannya bisa lebih efisien ya." "Iyaa. Biar ga kebanyakan lembur. Kasian temen-temen, terutama Ayu tuh 3 minggu jadi kambing hitam Bu Yuli." "Kamu tau Naa, kemaren ada 1 anak IT yang masuk ruangan Bu Yuli. Jadi yang 2 itu auditor yang 1 anak IT." "Kok bisa sih??? Emang Bu Yuli ga kenalin?" "Kamu juga kok ga kenalin?" "Haahh... siapa??" "Joko." "Seriusss??? Joko bukannya pake kacamata tebel ya terus rambutnya klimis gitu? Terus agak gemuk kan? Kok kemaren rambutnya cepak terus ga pake kacamata terus kurus." "Hahaaa... bisa gitu yaa. Kamu juga sampe ga ngenalin. Jadi Joko di make over tuh sama si Derrel. Dipakein soft lens terus rambut diajakin potong di salon terus keliatan kurus karena style bajunya juga dirubah ama Derrel. Pokoknya dah diajak nyalon dulu sama Derrel, katanya diajak facial juga. Jadi pangling ya... beda banget." "Iihh... iyaa. Si ayu aja sampe nanya-nanya mau minta kenalan tapi ga berani soalnya kan tampangnya jutek banget gitu ga ada senyum. Kalo si Joko kan selama ini murah senyum. Kok bisa sih dia tahan ga senyum ga ketawa?" "Kata Joko tiap laporan ke IT, "Stress gw, liat muka Bu Yuli bawaannya kesel mulu. Belum lagi kalo ditanya marah-marah mulu, ga bisa diajak ngomong. Mending gw liat layar daripada liat kertas isi angka semua." gitu dia bilangnya." "Emang gitu sih sikonnya apalagi hari-hari awal. Kasian si Joko. Bener-bener ga nyangka bisa pangling, comblangin ah sama Ayu. Hahaaa..." "Kamu itu... main comblangin aja." "Eh... udah punya pacar emang Joko?" "Setau aku belum." "Nah... ya udah ga ada salahnya kan. Secara Ayu kemaren dah tertarik." "Terserah kamu aja Naa... ada-ada aja kamu emang." Obrolan Nick dan Giana semakin random, semua hal bisa jadi topik obrolan. Mereka sampai tidak sadar kalau sudah hampir waktunya tutup mall. Dan Nick mengajak Giana pulang ke mess. Besok pagi sebelum mengurus pekerjaan bersama Derrel, Nick akan mengantar Giana pulang kerumah.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN