Sudah 1 tahun lebih Giana bekerja di sebuah perusahaan F & B yang lumayan besar di bagian keuangan. Giana diterima dengan mudah karena pada saat magang Giana sudah menunjukkan kinerjanya.
Setiap hari Giana selalu disibukkan dengan laporan dari toko-toko yang tersebar di Jabodetabek. Memeriksa laporan dari toko, membuat laporan keuangan, membuka giro untuk pembayaran supplier dan masih banyak hal-hal kecil lainnya yang juga Giana urus. Karena ketelitiannya, Giana dipercayakan pekerjaan yang cukup besar tanggung jawabnya. Untungnya kantor tempat Giana bekerja sangat efisien sehingga jarang karyawan lembur kecuali akhir dan awal bulan pastinya.
Ketika jam pulang kantor selesai, Giana merapikan mejanya dan bersiap pulang. Sampai di lobi kantor, Giana dikejutkan dengan kedatangan pacarnya.
Setelah menghilangnya Nick tanpa kabar, Giana benar-benar merasa bersalah. Giana merasa sangat kehilangan Nick dan mulai menyadari perasaannya. Selama itupun Giana benar-benar menutup dirinya, dia benar-benar menolak segala kedekatan yang teman-teman cowoknya lakukan atau orang-orang baru yang mencoba mendekatinya. Dan Steve lah yang membuat Giana membuka diri secara perlahan.
Steve gigih mendekati Giana setelah pertemuan pertama mereka yang tidak disengaja. Kesabaran Steve mendekati Giana membuahkan hasil, mereka resmi berpacaran 1 tahun yang lalu. Walaupun Steve tahu kalau Giana masih belum sepenuhnya mempercayainya dan menyerahkan hati sepenuhnya untuk Steve tapi Steve tetap sabar.
"Honey" panggil Steve ketika Giana sampai dilobi kantor.
"Hiii... kok kamu bisa disini?" ucap Giana terkejut.
"Aku dinas pagi hari ini."
"Tumben dapet pagi."
"Iya, soalnya aku perlu ketemu Dosen. Temenin ke kampus dulu yaa."
"Oke, aku juga ga ada kegiatan hari ini." kata Giana sambil berjalan ke parkiran bersama Steve.
Sampai di kampus, Steve mengajak Giana ikut bertemu dosennya tapi Giana menolak. Dia lebih memilih duduk ditaman kampus yang masih banyak mahasiswa yang duduk-duduk dan berjalan-jalan.
"Bener nih kamu ga mau ikut aku?" tanya Steve lagi.
"Iyaaa..."
"Kalau bosan kamu susul aku yah."
"Iyaa iiihh bawel." jawab Giana sambil tertawa
"My honey sweety." ucap Steve gemas sambil mencubit kecil hidung Giana kemudian mengacak rambut Giana.
"Iiiiiissshhh... seeetiiiiippp!" teriak Giana kesal karena Steve sudah berlari meninggalkan Giana.
"Bye honey." teriak Steve
Diujung koridor ada 2 pasang mata yang memperhatikan Giana dan Steve.
"Nanaaa..." ucapnya lirih sambil menatap tajam kearah Giana dan Steve.
"Lu kenal dia Kak?" tanya Derrel
Nick diam tidak menjawab pertanyaan Derrel. Hatinya berdenyut keras memperhatikan kemesraan Giana dan Steve.
Nick tidak menyangka akan bertemu lagi dengan Giana di kampusnya. Selama ini dia sengaja menyibukkan diri dengan kuliah dan memulai usahanya sendiri untuk mengalihkan pikirannya. Selama ini Nick berpikir kalau hatinya sudah siap jika suatu saat bertemu Giana sendiri ataupun sudah berpacaran. Hari ini Nick tidak menyangka bertemu Giana kembali dan dia tidak menyangka hatinya justru semakin sakit melihat Giana bersama orang lain.
Pertahanannya selama ini lenyap entah kemana. Selama dia menjauh dari Giana, banyak yang mendekatinya tapi Nick selalu mengacuhkan semuanya. Nick dikenal selalu memasang muka datar dan tatapannya selalu tajam kepada orang yang mengganggunya terlebih cewek-cewek yang mencoba mendekatinya.
Rasanya Nick ingin berlari kearah Giana dan memeluknya. Setelah sekian lama nyatanya hatinya tidak berpindah, hatinya tetap terukir nama Giana. Selama menjauh dari Giana, Nick menguatkan hatinya untuk mengikhlaskan jika Giana berbahagia dengan yang lain. Tapi hari ini dadanya berdenyut keras dan sakit seperti ditindih beban berat. Nick kembali takut kehilangan Giana.
•••
Derrel yang penasaran dengan perubahan muka Nick langsung mengibaskan tangannya didepan muka Nick.
"Kak, lu baik-baik aja kan? Lu kenal Kak Giana?" tanya Derrel lagi.
"Lu kenal Giana?" tanya Nick bingung
"Iyaa... dulu gw sempat ngejar dia, tapi gw dikacangin. Cuma dianggep adik aja ama dia." jawab Derrel sambil cemberut.
"Maksud luu? Lu pernah suka Gianaa???" tanya Nick sambil menatap tajam kearah Derrel.
"Wooww... keep calm bro. Iya dulu gw pernah suka Kak Giana, tapi dia ga pernah menganggap gw. Dia cerita kalau dia udah suka ama cowok tapi cowok itu menghilang ga ada kabar. Kasian deh Kak. Waktu itu gw ngejer dia tapi setelah tau dia kaya lagi patah hati gitu karena cowok yang dia suka menghilang ga ada kabar, gw lebih milih jadi temen curhatnya." cerita Derrel panjang lebar.
"Giana bilang gitu?? Terus dia ga berusaha nyariin cowok yang dia suka?" tanya Nick penasaran.
"Laahh... tadi kayanya ga suka gw bilang suka Kak Giana. Sekarang kok lu kepo." jawab Derrel senyum-senyum.
"Jawab aja apa susahnya sih." jawab Nick sambil menabok lengan Derrel.
"Aaww... astaga ga sabar amat lu Kak. Jangan-jangan yang dimaksud Kak Giana itu luu ya Kaaaaakkk??? Seriuuusss luuu???" teriak Derrel takjub dengan tebakannya sendiri.
Nick hanya menghela nafasnya mendengar tebakan Derrel. Dia tidak menyangka Giana ternyata menyukainya dan mencarinya. Ya setelah ujian Nick langsung dibawa ke luar negri oleh orangtuanya untuk terapi kakinya. Karena Nick mau segera sembuh dan bisa langsung kuliah tanpa menundanya. Nick benar-benar tidak menghubungi Giana karena dia fokus penyembuhannya dan tidak ingin Giana khawatir. Dan pastinya hatinya pun belum siap bertemu Giana lagi karena ketakutan-ketakutannya sendiri.
"Kaaakk... halloo... kok gw daritadi dianggep angin mulu yaa." oceh Derrel
Entah kenapa Nick bisa berteman dengan Derrel yang bawel ini. Nick merasa seperti ngobrol dengan Giana makanya dia merasa cocok dengan Derrel adik tingkatnya.
"Entahlah...yang dimaksud Giana itu gw atau pacar pertamanya." jawab Nick akhirnya
"Pacar pertamanya yang selingkuh ituu?? Gaaakk mungkiin dia dah pasti. Kak Giana setiap gw tanya tentang pacar pertamanya dia selalu bt dan bilang jangan bahas tukang selingkuh itu. Pasti lu ya kaan Kak, ngaku luu ngapa lu ngilang sampe bikin gebetan gw sedih. Gila kali lu Kak, banyak banget yang ngejer Kak Giana termasuk gw, kok bisa-bisanya lu yang disuka Kak Giana malah ngilang siiihh !!!" oceh Derrel panjang lebar kayak emak-emak komplek kalo gibah.
"Gebetan-gebetan. Mulut lu ya minta gw jait. Lu ga boleh suka Giana lagi." ancam Nick
"Yaelah Kak, masa orang suka dilarang. Makanya cewek baik tuh jangan dilepas, sekarang aja lu nyesel kan. Lu tau ga Kak, Kak Giana tuh setia banget tau. Waktu awal-awal mereka pacaran kan rame nih kampus. Tapi yang gw heran ya kok bisa-bisanya Kak Giana kan dikampus sebelah yaa, kok bisa jadian yaa. Mana jurusan mereka juga ga sama, Kak Giana di sebelah jurusan Akutansi. Kak Steve disini anak kedokteran. Dan lagi Kak Steve dah angkatan jauh diatas Kak Giana. Dimana ketemunya yaa mereka ?" cerocos Derrel
"Haah... Giana bukan kuliah dikampus sini? Pantesan gw ga pernah ketemu selama kuliah."
"Ya iyalah ga ketemu, lu anak IT, lah Kak Giana anak akutansi. Pergaulannya aja dah jelas beda. Lu mah gaulnya ama laptop mulu, gimana mau ketemu Kak Giana. Lagian lu kaga pernah mau kalo gw ajak main ke kampus sebelah."
"Lu selama ini sering ketemu Giana? Kok lu ga pernah cerita?"
"Mana gw tau lu kenal Kak Giana. Lagian kalo gw tau kalo yang bikin Kak Giana sedih itu lu, dah gw tampol dari dulu. Untung aja sekarang dah ada yang bikin Kak Giana happy."
Benarkah Giana sudah bahagia.
Benarkah Giana sudah melupakannya.
Bisakah hatinya merelakan kembali pujaan hatinya bahagia bersama orang lain?